Sama-sama Buron Interpol, Dewi Astutik dan Fredy Pratama Diduga Tak Terkait, BNN: Belum Ada Bukti
WNI lainnya, Fredy Pratama, masih menjadi buron Interpol. Fredy juga terkait jaringan narkoba internasional.
Ringkasan Berita:
- Selain Dewi Astutik, ada WNI lain yang juga menjadi buron Interpol, yaitu Fredy Pratama.
- Dewi dan Fredy sempat disebut terafiliasi satu sama lain.
- Namun, BNN belum mendapat bukti keterkaitan Dewi dan Fredy.
TRIBUNNEWS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus melakukan pendalaman terkait jaringan narkoba internasional pasca Dewi Astutik (42) alias Paryatin alias Mami ditangkap.
Dewi, yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditangkap di sebuah hotel di kawasan Sihanoukville, Kamboja, Senin (1/12/2025), setelah menjadi buron Interpol sejak 2024.
Ia kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/12/2025).
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, mengungkapkan pihaknya masih terus menggali informasi dari Dewi soal jaringan narkoba internasional, terutama Fredy Pratama.
Fredy juga merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi buron Interpol sejak 2014 dan masih dalam buruan hingga saat ini.
"BNN turut berkolaborasi bersama Polri dan Bea Cukai untuk mendalami operasi jaringan FP (Fredy Pratama)" ujar Suyudi, Rabu (3/12/2025), dikutip dari TribunnewsDepok.com.
Baca juga: Pamit Kerja TKI Ternyata Jadi Buron Interpol, Dewi Astutik Pakai Identitas Palsu, Punya Nama Samaran
Dewi dan Fredy sebelumnya diduga kuat terkait satu sama lain dalam peredaran narkoba internasional.
Meski demikian, belum ada bukti yang menunjukkan Dewi terkait dengan jaringan Fredy.
"Paryatin sementara merupakan jaringan (narkoba) Kamboja-Nigeria-Brasil. Belum terkonfirmasi sebagai rekan Fredy Pratama," ungkap Suyudi.
Di Mana Fredy Pratama?
Saat nama Dewi Astutik kembali muncul setelah penyelundupan dua ton sabu di Kepulauan Riau terbongkar pada 22 Mei 2025, BNN mengungkapkan Dewi dan Fredy Pratama diduga kuat berada di Asia Tenggara.
Kepala BNN saat itu, Marthinus Hukom, mengatakan Fredy selama ini sering beroperasi di Thailand.
Namun, ia menduga kuat Fredy sudah bergeser ke Myanmar dan bersembunyi di negara bagian Shan yang berbatasan langsung dengan negeri gajah putih.
"Fredy Pratama dia beroperasi di wilayah Thailand dan sangat mungkin dia sudah bergeser ke Myanmar," ungkap Marthinus dalam tayangan Rosi KompasTV, dikutip pada Minggu (1/5/2025).
Ia menambahkan, keberadaan Fredy di Myanmar sulit terdeteksi sebab ada banyak faksi-faksi yang berkuasa di negara tersebut.
Selain itu, kata Marthinus, setiap negara bagian di Myanmar memiliki militer masing-masing yang membuat pemerintah tak selalu mengontrol semua wilayah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gembong-Narkoba-Dewi-Astutik-dan-Fredy-Pratama.jpg)