Minggu, 12 April 2026

Koperasi Desa Merah Putih

Transformasi Digital Perkuat Peran Koperasi Desa dalam Ekonomi Kerakyatan

Lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto secara serentak

Editor: Wahyu Aji
Istimewa
DISKUSI STRATEGI NASIONAL - Narasumber Nanang Abu Hamid (tengah) dan Eko Setiawan (kanan) membahas tentang Strategi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih pada pekan lalu. Praktik KDKMP tidak dapat berjalan sendiri, penguatan sumber daya manusia dan literasi digital harus berjalan beriringan.  

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto
  • Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan capaian yang menonjol, dengan 8.494 KDKMP yang telah terbentuk
  • Di era digital, peluang untuk memperkenalkan potensi desa melalui koperasi semakin terbuka lebar

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. 

Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan capaian yang menonjol, dengan 8.494 KDKMP yang telah terbentuk dan menunjukkan kinerja usaha positif. 

“Jawa Timur memperoleh capaian tercepat 100 persen pertama di antara semua provinsi di Indonesia. Ini adalah bukti semangat gotong royong ekonomi rakyat bahwa kekuatan ekonomi kita tumbuh dari bawah, dari desa, masyarakat melalui koperasi sebagai wadah kemandirian ekonomi dan solidaritas sosial,” kata Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Suharlina Kusumawardani pada sambutan pembuka acara Media Briefing Diksi (Diskusi Redaksi) bertema Koperasi Desa Merah Putih: Strategi dan Digitalisasi Perkuat Ekonomi pada Kamis (27/11/2025).

Di era digital, peluang untuk memperkenalkan potensi desa melalui koperasi semakin terbuka lebar.

Selain peningkatan literasi digital sumber daya manusia, peran publik dan media juga penting dalam menyebarkan informasi tentang transformasi digital tengah menjadi prioritas pemerintah. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha KDKMP, serta media dalam menghadirkan informasi positif tentang ekonomi kerakyatan.

Kehadiran KDKMP hingga saat ini terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya. Tujuan utamanya, untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui potensi desa secara gotong royong. 

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Koperasi, Henny Navilah, menyampaikan bahwa saat ini pengembangan KDKMP telah memasuki fase kedua sesuai Inpres 17 Tahun 2025.

“Etape kedua ini fokus kepada proses pembangunan fisik gerai pergudangan koperasi KDKMP sekaligus kelengkapannya,” jelas Henny.

Tahap lanjut KDKMP ini diharapkan dapat semakin memperkuat fungsi koperasi bagi masyarakat desa.

Terlebih, saat ini sekitar 82.577 KDKMP telah berbadan hukum dan lebih dari 1,2 juta warga desa sudah menjadi anggota KDKMP.

“Dengan adanya KDKMP, setiap anggota dan masyarakat dituntut untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, hal yang mungkin selama ini lepas dari kesadaran setiap warga desa,” tambah Henny.

Keberagaman lanskap dan budaya di Indonesia, tentunya memiliki pengaruh terhadap ragam potensi yang dimiliki desa.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Nanang Abu Hamid, menyebut bahwa potensi tersebut bisa datang dari keunikan dan program yang telah berjalan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved