Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Banjir Sumatra: Korban Hilang Masih 389 Orang, 800 Ribu Lebih Pengungsi

BNPB menyebut korban meninggal dunia banjir dan tanah longsor di Sumatra bertambah menjadi 914 orang. Sementara, korban hilang 389 orang.

Tayang:
HO/IST/HO/Humas BNPB
BANJIR DI SUMATERA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerusakan jalan yang terjadi akibat banjir dan longsor di sejimlah wilayah di Sumatera Barat pekan lalu mencapai 555 titik. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec. Palembayan Kab. Agam, akses masih terputus karena timbunan material lumpur, batu dan kayu pada Rabu (3/12/2025). (HO/Humas BNPB) 

Ringkasan Berita:
  • BNPB menyampaikan korban meninggal dunia banjir dan tanah longsor di Sumatra sebanyak 914 jiwa per Minggu (6/12/2025).
  • Sementara, korban yang masih dinyatakan hilang sebanyak 389 orang.
  • Selain itu, beberapa update lain terkait penyaluran logistik di beberapa wilayah turut disampaikan oleh BNPB.
  • Salah satunya terkait penyaluran genset untuk dua rumah sakit di Aceh Tengah dan Aceh Tamiang.
  • Lalu, BNPB turut menyampaikan berbagai kesulitan terkait penyaluran logistik tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) sebanyak 914 jiwa per Sabtu (6/12/2025).

"Jumlah korban meninggal secara total 914 jiwa. Jadi bertambah 47 jiwa dari posisi kemarin di 867 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube BNPB.

Dari jumlah tersebut, Abdul menyebut provinsi yang paling banyak jatuhnya korban jiwa yakni Aceh yakni 359 orang.

Kemudian, diikuti Sumut yakni 329 jiwa dan Sumbar sebanyak 226 korban meninggal dunia.

Sementara, total korban yang masih hilang sebanyak 389 jiwa. Abdul menyebut seluruh korban hilang tersebut masih dalam upaya pencarian oleh tim SAR.

"Tentu saja angka ini bergerak dinamis. Ada beberapa korban yang dilaporkan hilang, tetapi di beberapa tempat kemudian dinyatakan dalam kondisi selamat."

"Sehingga, data korban hilang per kemarin masih 521 jiwa. Per hari ini, dari rekap Pusdalop BNPB di tiga provinsi itu berjumlah 389 jiwa," kata Abdul.

Baca juga: Buntut Bupati Aceh Selatan Umrah di Tengah Bencana: Dipecat Gerindra, Kemendagri Didesak Beri Sanksi

Abdul juga mengungkapkan total jumlah pengungsi yang memerlukan bantuan logistik mencapai 817.003 orang.

Selain itu, dia juga menyampaikan daerah yang masih sulit diakses via darat imbas bencana ini.

Pertama, ada dua desa di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, yang masih terisolir sehingga bantuan logistik harus disalurkan via udara dan jalan kaki.

Abdul menyebut, bantuan logistik yang disalurkan dengan cara jalan kaki baru bisa sampai ke lokasi pengungsian selama lebih dari 6 jam.

"Distribusi logistik diantar dengan dua cara. Pertama via heli drop ke beberapa titik kantong pengungsi. Kemudian dengan akses jalan kaki dari 4-6 jam dan dilakukan personel TNI, Polri, BPBD, dan relawan setempat untuk menjangkau Desa Siantar Naipospos dengan jumlah 1.028 jiwa," jelasnya.

Kedua, ada dua desa di Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara yakni Desa Hatutua dan Manalupurba.

Abdul menyebut kedua desa itu terputus aksesnya via jalan darat dan membuat penyaluran bantuan hanya bisa dilakukan dengan cara jalan kaki.

"Bantuan dipikul satu per satu oleh personel TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Bantuan ini terlebih dahulu di-drop via udara dan personel bisa menyalurkan secara bertahap," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved