Profil dan Sosok
Profil PT Agincourt Resources Diperiksa KLH Imbas Banjir Sumatra, Perusahaan Janji Kooperatif
Profil PT Agincourt Resources (PTAR), perusahaan yang diperiksa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), imbas banjir Sumatra pada Senin (8/12/2025).
Mengenai pimpinan perusahaan, Presiden Direktur PT Agincourt Resources dijabat oleh Muliady Sutio.
Pada Juni 2025 lalu, Muliady Sutio mendapat penghargaan TOP Leader on CSR Commitment di ajang bergengsi TOP CSR Awards 2025.
Diperiksa Imbas Banjir Sumatra
Imbas banjir Sumatra, PT Agincourt Resources (PTAR) turut diperiksa KLH terkait DAS Batang Toru pada Senin (8/12/2025).
PTAR merupakan satu di antara delapan korporasi yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga memperparah banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera.
Oleh sebab itu, KLH melakukan investigasi awal, bukan penetapan kesalahan hukum.
PT Agincourt Resources (Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan) diperiksa pada Senin kemarin.
Sementara perusahaan lainnya ada yang diperiksa hari ini, Selasa.
Jadwal Pemeriksaan
Senin (8/12/2025)
• PT Agincourt Resources (Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan)
• PT Toba Pulp Lestari Tbk (Unit PKR, Tapanuli Selatan)
• PT North Sumatera Hydro Energy (PLTA Batang Toru)
• PT Sago Nauli Plantation (Perkebunan sawit, Tapanuli Tengah)
Selasa (9/12/2025)
• PT Pahae Julu Micro-Hydro Power (PLTMH Pahae Julu)
• PT SOL Geothermal Indonesia (Geothermal, Tapanuli Utara)
• PTPN III Batang Toru Estate (Perkebunan sawit, Tapanuli Selatan)
• PT Multi Sibolga Timber
Baca juga: Usut Penyebab Kerusakan Hutan yang Sebabkan Banjir Sumatera, Kemenhut Segel 7 Subjek Hukum di Sumut
Temuan Awal KLH
Deputi Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Irjen Pol. Rizal Irawan, membeberkan pantauan udara adanya pembukaan lahan besar-besaran untuk PLTA, hutan tanaman industri (HTI), pertambangan, dan perkebunan sawit.
Lantas, aktivitas tersebut, dinilai menambah tekanan pada kawasan DAS.
“Dari overview helikopter, terlihat jelas aktivitas pembukaan lahan untuk PLTA, hutan tanaman industri, pertambangan, dan kebun sawit. Tekanan ini memicu turunnya material kayu dan erosi dalam jumlah besar,” kata Rizal.
Ekosistem Batang Toru adalah hutan hujan tropis seluas 120–150 ribu hektare yang membentang di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Kawasan ini dikenal sebagai habitat penting orangutan Tapanuli serta benteng terakhir hutan tropis di Sumatera Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kerusakan-di-Tapanuli-Tengah-Akibat-Banjir-dan-Longsor_20251205_053259.jpg)