Rabu, 15 April 2026

Kasus Korupsi Minyak Mentah

Saksi Ungkap Alasan Pertamina Pilih Sewa Kapal Milik PT JMN

Ketut Permadi menyebut kapal Suezmax milik PT JMN lebih ekonomis dan efisien

Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha
KORUPSI MINYAK MENTAH - Persidangan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (9/12/2025). Eks VP Sales Marketing PT Pertamina International Shipping (PT PIS) I Ketut Permadi Aryaku Umara jadi saksi di persidangan.   

Ringkasan Berita:
  • Eks VP Sales Marketing PT Pertamina International Shipping (PT PIS) I Ketut Permadi Aryaku Umara mengungkap alasan penawaran kapal Suezmax milik PT Jenggala Maritim Nusantara (PT JMN) dalam proses pengadaan kapal. 
  • Ia bersaksi untuk terdakwa Sani Dinar Saifuddin selaku Direktur Feedstock And Produk Optimization PT Pertamina Internasional, Yoki Firnandi selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Agus Purwono selaku Vice President (VP) Feedstock. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks VP Sales Marketing PT Pertamina International Shipping (PT PIS) I Ketut Permadi Aryaku Umara mengungkap alasan penawaran kapal Suezmax milik PT Jenggala Maritim Nusantara (PT JMN) dalam proses pengadaan kapal. 

Ketut Permadi menyebut kapal Suezmax milik PT JMN lebih ekonomis dan efisien.

Adapun hal itu diungkapkannya saat dihadirkan sebagai saksi pada sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) 2018-2023, PN Tipikor Jakpus, pada Selasa (9/12/2025) malam.

Ia bersaksi untuk terdakwa Sani Dinar Saifuddin selaku Direktur Feedstock And Produk Optimization PT Pertamina Internasional, Yoki Firnandi selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Agus Purwono selaku Vice President (VP) Feedstock. 

Kemudian terdakwa Muhammad Kerry Andrianto Riza selaku Beneficial Owner PT Navigator Katulistiwa, Dimas Werhaspati selaku Komisaris PT Navigator Katulistiwa.

Serta terdakwa Gading Ramadhan Joedo selaku Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

Baca juga: Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto Bantah Mengintervensi Penyewaan 3 Kapal Pertamina

Mulanya, Permadi mengakui bahwa pada saat surat pengadaan kapal dibuat, belum ada permintaan kargo domestik dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Ia juga tidak mengetahui kapan permintaan tersebut muncul. 

"Apakah pada saat saudara menyatakan pengadaan kapal Suezmax untuk pengangkutan domestik, apakah sudah tergambar kapal mana yang akan mengikuti pengadaan tersebut?" tanya Jaksa.

"Belum sama sekali pak," jawabnya. 

Jaksa lantas menanyakan berapa jumlah kapal Suezmax berbendera Indonesia. Ia menyebut hanya terdapat satu kapal Suezmax berbendera Indonesia, yakni kapal Mabrouk.

"Apakah kapal Mabrouk bisa mengikuti?" tanya Jaksa.


Ketut Permadi menuturkan, berdasarkan diskusi dalam focus group discussion, kapal Mabrouk diperkirakan tidak dapat memenuhi syarat karena faktor usia. 

"Kalau berdasarkan FGD, dijangkakan tidak bisa pak. Karena sudah usia," katanya. 

Jaksa kemudian mempertanyakan alasan PIS tidak mencari alternatif kapal lain yang jelas berbendera Indonesia, seperti Aframax, yang ukurannya sedikit lebih kecil. 

Permadi menjawab arah pembahasan dalam FGD sejak awal mengerucut pada Suezmax. Menurutnya, keputusan itu diambil karena kapal Suezmax lebih ekonomis dan efisien.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved