Jumat, 24 April 2026

OTT KPK di Lampung Tengah

Kata PDIP dan Golkar soal Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Kena OTT KPK

Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya kena OTT KPK di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (10/12/2025).

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
OTT KPK - Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/12/2025) malam. Pihak partai pengusung Bupati Lampung Tengah saat Pilkada 2024 turut merespons soal OTT KPK Ardito Wijaya. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Ardito Wijaya terjaring OTT KPK di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (10/12/2025).
  • Diduga, OTT berkaitan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
  • Para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak partai pengusung Ardito Wijaya saat pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 lalu, turut buka suara soal Bupati Lampung Tengah terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Ardito Wijaya terjaring operasi senyap KPK di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (10/12/2025).

OTT ini, bermula dari permintaan keterangan kepada sejumlah pihak di Jakarta dan Lampung pada Selasa (9/12/2025).

Operasi tangkap tangan lembaga antirasuah terhadap Ardito Wiyajaya itu, diduga berkaitan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

Saat ini, pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. 

KPK memiliki waktu 1x24 jam pasca-penangkapan untuk melakukan gelar perkara dan menentukan status hukum pihak yang diamankan.

Ardito Wijaya merupakan Bupati Lampung Utara yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meski bukan kadernya. 

PDIP memberikan rekomendasi, Ardito maju bersama Komang Koheri yang merupakan kader partai berlambang banteng itu. 

Kala itu, Ardito Wijaya menjadi kader PKB. Namun, ia tak mendapat dukungan dari partainya saat Pilkada. 

Meski diusung satu partai, Ardito dan I Komang Koheri meraih suara terbanyak dengan 369.974 suara atau 63,71 persen, berdasarkan sidang pleno rekapitulasi suara Pilkada Lampung Tengah yang digelar oleh KPU setempat, Senin (2/12/2024). 

Sementara lawannya, Musa Ahmad-Ahsan As'ad, hanya memperoleh 210.741 suara atau 36,29 persen.

Baca juga: OTT KPK Bupati Lampung Tengah Diwarnai Drama Salah Tangkap Anggota DPRD hingga Intimidasi Jurnalis

Kata DPP PDIP

Fungsionaris PDIP Lampung, Watoni Noerdin, menjelaskan Ardito sejak awal memang bukan kader internal PDIP

Namun, pihaknya mendukung Ardito sebagai Bupati Lampung Tengah ketika Pilkada 2024.

“Pada Pilkada Lampung Tengah 2024, Ardito masih berstatus kader PKB. Namun PKB tidak mengusungnya. Akhirnya PDI Perjuangan berdiri sendiri untuk menjaga demokrasi,” katanya Rabu malam, dilansir TribunLampung.co.id.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved