Banjir Bandang di Sumatera
Pasokan Obat Pasca Banjir di RSUD Muda Sedia Dipastikan Aman, Layanan IGD Berjalan Tanpa Kendala
Seluruh stok obat yang baru datang dari berbagai instansi, langsung diarahkan ke IGD, ruang perawatan inap darurat, dan poli prioritas.
Ringkasan Berita:
- RSUD Muda Sedia menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang paling terdampak banjir besar di Aceh Tamiang.
- Kendati demikian, layanan kesehatan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang berjalan
- Stok lama obat mengalami rusak karena terendam lumpur. Namun, ada stok obat yang baru datang dari RS Adam Malik, Universitas Indonesia, termasuk dari (PABOI)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah dampak banjir besar yang merusak ruang farmasi dan merendam hampir seluruh persediaan obat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, Aceh, memastikan layanan kesehatan tetap berjalan melalui pasokan obat yang kini dinyatakan aman dan mencukupi.
Kerusakan stok lama yang terendam lumpur membuat rumah sakit harus bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Dari hasil inventarisasi awal, sebagian besar obat tidak dapat digunakan karena berisiko terkontaminasi.
Baca juga: Pasca Banjir, RSUD Langsa Aceh Aktif Kembali, IGD hingga ICU Siap Layani Pasien
Pelaksana pelayanan dari RS Kementerian Kesehatan Adam Malik, dr. Ade Rachmat Yudiyanto, SpA(K), menyampaikan bahwa hanya sebagian kecil obat yang bisa diselamatkan.
“Daripada berisiko, lebih baik dibuang. Kita pakai yang benar-benar aman,” ujarnya dilansir website resmi Kementerian Kesehatan, Jumat (12/12/2025).
Bantuan Datang Cepat, Stok Langsung Disalurkan ke Layanan Prioritas
Ketersediaan obat kini terpenuhi berkat dukungan dari berbagai institusi.
Pasokan baru datang dari RS Kemenkes Adam Malik, tim Universitas Indonesia, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI).
Obat yang didistribusikan mencakup kebutuhan infeksi, analgesik, obat kulit, serta perbekalan medis dasar untuk penanganan dampak pascabanjir.
Seluruh stok langsung diarahkan ke IGD, ruang perawatan inap darurat, dan poli prioritas.
Menurut dr. Ade, mekanisme penyaluran berjalan cepat karena banyak pihak memahami kondisi rumah sakit yang kehilangan hampir seluruh fasilitas farmasinya.
Tim farmasi RSUD Muda Sedia juga melakukan inventarisasi ulang untuk memastikan kualitas dan kelayakan obat yang masuk.
“Dengan pasokan yang tersedia, pelayanan IGD, perawatan inap darurat, dan poli dapat berjalan tanpa gangguan. Tidak ada kasus yang tertunda karena kekurangan obat selama hari pertama,” tuturnya.
Pengelolaan Ketat dan Penataan Ruang Farmasi Sementara
Meski stok obat dinyatakan aman dan mencukupi, rumah sakit tetap menerapkan pengelolaan ketat mengingat situasi darurat masih berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RSUD-Aceh-Tamiang-1-10122025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.