PBNU dan Dinamika Organisasinya
Dualisme Kepengurusan, Duduk Perkara Konsesi Tambang di Balik Konflik PBNU
Gus Ulil mengungkapkan, meregangnya hubungan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terkait pengelolaan tambang.
Ringkasan Berita:
- Konflik internal PBNU belakangan ini memang banyak dikaitkan dengan konsesi tambang
- PBNU memperoleh izin usaha pertambangan (IUP) dari pemerintah dan akan mengelola 26.000 hektare lahan
- Gus Ipul membantah bahwa konflik di internal PBNU disebabkan karena pengelolaan tambang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belakangan ini memang banyak dikaitkan dengan konsesi tambang yang diberikan pemerintah era Jokowi.
Isu ini dianggap sebagai salah satu pemicu kegaduhan, meski para tokoh PBNU menegaskan bahwa masalahnya lebih kompleks dan tidak semata soal tambang.
Baca juga: Siap Jadi Mediator Konflik PBNU, IKA PMII Dorong Muktamar Bersama
Konflik internal PBNU pun kini berujung pada dualisme kepengurusan antara kubu Gus Yahya Cholil Staquf dan kubu Syuriyah yang menunjuk Zulfa Mustofa sebagai penjabat ketua umum.
Konsesi Tambang jadi pemicu?
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakspesdam) PBNU, Ulil Abshar Abdalla atau yang akrab disapa Gus Ulil mengungkapkan, meregangnya hubungan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terkait pengelolaan tambang.
PBNU memang memperoleh konsesi tambang dari pemerintah yang berasal dari penciutan lahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
Adapun PBNU juga telah memperoleh izin usaha pertambangan (IUP) dari pemerintah dan akan mengelola 26.000 hektare lahan.
Gus Ulil menceritakan awal mula retaknya hubungan Gus Yahya dan Gus Ipul terkait pihak lain yang akan ikut membantu PBNU dalam mengelola tambang.
Dia mengungkapkan ada perbedaan keinginan terkait pihak yang akan membantu PBNU tersebut.
"Ya kira-kira begitu (keretakan Gus Yahya dan Gus Ipul soal perbedaan keinginan terkait pihak yang membantu PBNU mengelola tambang)," katanya dikutip dari program Gaspol di YouTube Kompas.com.
Gus Ulil pun mengakui diberikannya izin konsesi tambang ke PBNU justru menjadi masalah bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Dia mengungkapkan hal tersebut pernah disampaikannya ke Gus Yahya.
"Jadi memang masalah tambang ini, buat saya, mengganggu sekali. Saya pernah bilang ke Gus Yahya 'udahlah kembaliin aja (tambang) daripada bikin ribut'," katanya.
Menurutnya, kerenggangan antara dua petinggi PBNU ini karena permasalahan tambang membuat malu organisasi.
Baca juga: Gus Yahya Akui Banyak Masalah di PBNU, Ajak Kubu Zulfa Mustofa Selesaikan Saat Muktamar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-tambang-nikel.jpg)