Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Profil Ibrahim Arief, Bergaji Rp163 Juta per Bulan saat Jadi Konsultan Kemendikbud, Direkrut Nadiem
Ibrahim Arief menerima gaji Rp163 juta setiap bulannya saat menjadi konsultan teknologi di Kemendikbud.
Ringkasan Berita:
- Nominal gaji Ibrahim Arief saat menjadi konsultan teknologi Kemendikbudristek, terungkap.
- Ia menerima bayaran hingga Rp163 juta tiap bulannya.
- Ibrahim direkrut langsung oleh Nadiem Makarim.
TRIBUNNEWS.com - Mantan konsultan teknologi Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ibrahim Arief, menerima gaji sebesar Rp163 juta per bulan.
Ibrahim direkrut sebagai konsultan teknologi untuk tim teknologi bernama WArtek, oleh mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, pada 2 Desember 2019.
Nominal gaji Ibrahim ini diketahui saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan pada sidang yang berlangsung Selasa (16/12/2025), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
"Bahwa pada tanggal 2 Desember 2019, terdakwa Nadiem Anwar Makarim membentuk tim teknologi (Wartek) di antaranya Ibrahim Arief alias Ibam yang merupakan tenaga konsultan di bawah Yayasan PSPK dengan gaji Rp163.000.000 per bulan," kata Jaksa Roy Riady, Selasa.
Profil Ibrahim Arief
Dikutip dari akun LinkedIn-nya, Ibrahim Arief merupakan lulusan Sarjana Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2008.
Ia kemudian melanjutkan studi S2 di University of Eastern Finland pada 2011.
Baca juga: Direkrut Nadiem Makarim, Ibrahim Arief Digaji Rp 163 Juta Per Bulan Saat Jadi Konsultan Kemendikbud
Lima tahun berselang, tepatnya pada 2016, Ibrahim meraih gelar Doktor dari Hogskolen i Gjovik di Norwegia.
Ibrahim mengawali kariernya setelah lulus S1 dari ITB sebagai Lead Backend Engineer di PT ValueStream International.
Lulus S2, ia bekerja di Almende di Belanda sebagai Software Engineer hingga 2013.
Pada 2014, Ibrahim pindah bekerja ke bol.com sebagai Senior Software Engineer selama dua tahun.
Dari bol.com, ia pulang ke Indonesia dan bergabung bersama Bukalapak menjadi VP of Engineering sampai 2019.
Ibrahim juga pernah menjadi bagian dari OVO, namun hanya tiga bulan, terhitung Oktober-Desember 2019.
Setelahnya, ia menjadi konsultan teknologi dan konsultan individu untuk Kemendikbudristek era Nadiem Makarim.
Selesai menjadi konsultan di Kemendikbudristek, Ibrahim bergabung bersama GovTech Edu sebagai Chief Technology Officer sampai Juli 2024.
Ia kemudian bergabung dengan Asah AI sebagai Co-Founder dan CTI mulai Agustus 2024 sampai Juni 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ibrahim-Arief-alias-Ibam-tengah-3210.jpg)