Selasa, 28 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Disalurkan via Muhammadiyah, Prabowo Tak Mau Ada Hambatan Birokrasi

Staf Khusus KSP Timothy menyebut, Presiden RI Prabowo Subianto tak ingin penyaluran bantuan untuk korban bencana Sumatra terhambat birokrasi.

Tayang:
Tribunnews.com/Taufik Ismail
BANJIR BANDANG SUMATRA - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto di Bandara Mingakabau, Sumatera Barat, Senin, (1/12/2025). Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP), Timothy Ivan Triyono, menyebut Presiden RI Prabowo Subianto tidak ingin penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra terhambat birokrasi. 

Timothy lantas mengungkap, keputusan menyerahkan bantuan dari UEA kepada Muhammadiyah untuk disalurkan kepada masyarakat adalah bentuk antisipasi dan solusi dari pemerintah.

Sekaligus perwujudan pesan Prabowo untuk menyalurkan bantuan tanpa birokrasi bertele-tele yang menghambat.

"Tetapi, Pak Presiden sudah menjelaskan bahwa bantuan ini harus disalurkan tanpa adanya hambatan birokrasi."

"Sehingga pada saat kemarin ada masalah, ada dinamika pernyataan dari Wali Kota Medan langsung kita antisipasi dengan baik."

"Kita carikan solusi penyelesaiannya agar bantuan yang sudah ada di Indonesia ini bisa segera diberikan kepada yang berhak."

BANTUAN BERAS - Wali Kota Medan, Rico Bayu Tri Putra Waas bersama perwakilan Uni Emirat Arab (UEA) saat menyerahkan bantuan beras di Posko Bantuan Bencana Kota Medan, Gedung PKK, Medan Petisah, Sabtu (13/12/2025).
BANTUAN BERAS - Wali Kota Medan, Rico Bayu Tri Putra Waas bersama perwakilan Uni Emirat Arab (UEA) saat menyerahkan bantuan beras di Posko Bantuan Bencana Kota Medan, Gedung PKK, Medan Petisah, Sabtu (13/12/2025). ((Ho/Campus League))

Sekilas tentang Polemik Bantuan Asing dari UEA

Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Provinsi Sumatra Utara dikabarkan telah mengembalikan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA).

Bantuan tersebut berupa 30 ton beras dan 300 paket bantuan yang berisi sembako, perlengkapan bayi, serta perlengkapan ibadah salat.

Bantuan itu sebenarnya sudah diserahkan langsung oleh Wakil Duta Besar UEA untuk Indonesia, Shaima Al Hebsi, di Posko Bantuan Bencana Kota Medan, Gedung PKK Medan, Sabtu (13/12/2025).

Namun, dalam pernyataan pada Kamis (18/12/2025), Wali Kota Medan Rico Waas memastikan bantuan tersebut dikembalikan ke UEA.

Menurut kabar, bantuan itu juga sudah disalurkan kepada masyarakat penyintas bencana, tetapi karena mendapat teguran dari Pemerintah Pusat dan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution, bantuan akhirnya dikembalikan ke UEA.

Tak lama setelahnya, Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian memberikan keterangan mengenai pengembalian bantuan dari UEA tersebut dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Ia memastikan, bantuan tersebut bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari organisasi non-pemerintah (NGO) yang bernama Red Crescent.

Tito menerangkan, Red Crescent tersebut merupakan organisasi non-pemerintah yang mirip Palang Merah Indonesia (PMI) di UEA.

"Berkaitan dengan tadi ada bantuan dari United Arab Emirates, kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itu adalah bantuan 30 ton beras," ujar Tito.

"Bukan berasal dari pemerintahan United Arab Emirates, tapi dari Red Crescent. Jadi bulan sabit merah ya, semacam PMI itu di United Arab Emirates. Jadi, non-government organization."

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved