Minggu, 3 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Disalurkan via Muhammadiyah, Prabowo Tak Mau Ada Hambatan Birokrasi

Staf Khusus KSP Timothy menyebut, Presiden RI Prabowo Subianto tak ingin penyaluran bantuan untuk korban bencana Sumatra terhambat birokrasi.

Tayang:
Tribunnews.com/Taufik Ismail
BANJIR BANDANG SUMATRA - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto di Bandara Mingakabau, Sumatera Barat, Senin, (1/12/2025). Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP), Timothy Ivan Triyono, menyebut Presiden RI Prabowo Subianto tidak ingin penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra terhambat birokrasi. 

"Berasnya sudah dikirim saat itu, akan diserahkan kepada Wali Kota Medan, Pak Rico. Namun, kemudian Pak Rico menyampaikan belum ada kejelasan mengenai mekanisme penerimaan dari internasional," kata Tito.

Selanjutnya, Tito menerangkan bahwa Rico mengira bantuan tersebut merupakan bantuan G2G atau Government-to-Government (interaksi antar lembaga pemerintahan, baik dalam negeri maupun antar-negara).

Sehingga, bantuan niatnya akan dikembalikan, karena belum ada mekanisme resmi untuk menerima bantuan dari pemerintah luar negeri.

"Dipikir oleh Pak Wali Kota, ini adalah [bantuan] dari pemerintah, government-to-government yang belum ada mekanismenya," jelas Tito.

Lalu, Tito mengatakan bahwa setelah mencapai kesepakatan, bantuan beras dari UEA tersebut akhirnya diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana.

"Sehingga, beras ini diserahkan atas kesepakatan kepada Muhammadiyah Medical Center dalam rangka bencana ini," ucap Tito.

"Muhammadiyah membuat suatu center untuk kemanusiaan di Medan dan itu berasnya sekarang ada di tangan Muhammadiyah, dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat."

(Tribunnews.com/Rizki A.)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved