OTT KPK di Kalimantan Selatan
Tri Taruna, Kasi Datun Kejari HSU Mengaku Ketakutan Hingga Kabur Saat Hendak Ditangkap KPK
Tri Taruna Farida mengaku ketakutan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kalimantan Selatan.
Ringkasan Berita:
- Jaksa Tri Taruna ketakutan dan memilih kabur saat hendak ditangkap KPK
- Mengaku tak tahu orang yang hendak menangkapnya berasal dari KPK
- Bantah tabrak penyidik KPK yang hendak menangkapnya
TRIBUNNEWS, JAKARTA - Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU), Tri Taruna Farida mengaku ketakutan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Hal tersebut yang menjadi alasan Tri Taruna Farida kabur hingga akhirnya ditangkap petugas Kejagung di Kalimantan Selatan pada Minggu (21/12/2025).
"Bahwa yang bersangkutan ketakutan pada saat mau ditangkap. Karena yang bersangkutan tidak tahu pasti apakah itu dari petugas KPK atau siapa, dia nggak ngerti. Menghindar seperti itu," kata
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Anang mengatakan, Tri juga membantah mengenai kabar dirinya menabrak mobil petugas KPK yang sedang melakukan OTT.
"Kalau pengakuan yang bersangkutan, enggak (menabrak mobil penyidik KPK). Tapi kan itu nanti diproses," ucap Anang.
Baca juga: Sempat Kabur dan Diduga Tabrak Petugas saat OTT, Kasi Datun Kejari HSU Akhirnya Diserahkan ke KPK
Saat ini Tri telah diserahkan kepada penyidik KPK pada Senin ini.
Kendati demikian Anang enggan membeberkan secara rinci mengenai lokasi pasti penangkapan terhadap Tri.
"Pada hari ini tadi Senin 22 Desember 2025 Kejaksaan telah menyerahkan oknum TTF Kasi Datun pada KPK untuk kepentingan proses penyidikan dan sudah diterima dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK," jelasnya.
Baca juga: Sosok Tri Taruna, Kasi Datun Kejari HSU Lolos saat OTT KPK, Harta Minus Rp20 Juta Jadi Rp1,6 Miliar
Anang menekankan, bahwa penyerahan Kasi Datun Kejari HSU itu sebagai bentuk sikap pihaknya yang enggan menghalangi atau mengintervensi penegakan hukum yang sedang dilakukan KPK.
"Setiap proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang," ucapnya.
Tiba di Gedung KPK
Tri Taruna tiba di markas lembaga antirasuah pada pukul 12.51 WIB.
Ia dibawa menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berwarna hitam dengan pelat nomor dinas Kejaksaan.
Kedatangan Tri mendapat pengawalan super ketat.
Saat turun dari mobil, ia didampingi sejumlah petugas Kejaksaan dan dua orang personel TNI berseragam lengkap yang membawa senjata laras panjang.
Tri tampak mengenakan jaket berwarna biru gelap dengan wajah tertutup masker.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kasi-datun-tertangkapppppp.jpg)