Banjir Bandang di Sumatera
Penanganan Bencana Alam Jadi Ujian Konsolidasi Pemerintahan Prabowo–Gibran
Prabowo–Gibran minta maaf, warga Sumatera masih menderita. Korban tembus 1.106 jiwa, bantuan asing ditolak, konsolidasi pemerintahan diuji keras.
Ringkasan Berita:
- Prabowo–Gibran minta maaf atas kekurangan penanganan bencana, janji percepat pemulihan warga.
- Warga Sumatera masih kesulitan akses jalan, listrik, air bersih, hingga harga bahan pokok.
- BNPB catat korban banjir dan longsor tembus 1.106 jiwa, pengungsi lebih dari 500 ribu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut tengah diuji konsolidasinya dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Dalam refleksi satu tahun pemerintahan bertema “Konsolidasi Nasional di Tengah Tantangan Bangsa” di Jakarta, Jumat 20 Desember 2025, Ketua Umum Relawan Jokowi (Rejo) for Prabowo–Gibran, HM Darmizal, menekankan perlunya kesamaan gerak seluruh komponen bangsa.
“Seluruhnya harus ikut satu komando sesuai arahan Presiden, tidak boleh ada polarisasi dan setia tanpa reserve,” ujar Darmizal, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (22/12/2025).
Ia menambahkan, bantuan bagi korban bencana harus mencakup kebutuhan fisik maupun pemulihan psikologis.
Ketua Umum Projo, Budie Ari Setiadi, menilai tantangan kebangsaan saat ini tidak ringan, ditandai dengan tekanan geopolitik global, defisit anggaran, hingga meningkatnya frekuensi bencana.
“Ukuran kesejahteraan rakyat tidak hanya dilihat dari indikator makro, tetapi juga dari realitas sederhana di lapangan,” kata Budie Ari.
Sementara itu, Utje Gustaaf Patty dari Rumah Juang Relawan Jokowi (RJ2) menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dan penegakan hukum yang adil.
“Isu-isu yang berpotensi menyesatkan publik seperti fitnah, manipulasi informasi, dan politisasi hukum harus disikapi secara tegas agar tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap negara,” pungkasnya.
Ketiga tokoh dan organisasi relawan tersebut berakar dari jaringan relawan Jokowi, namun kini terafiliasi dengan pemerintahan Prabowo–Gibran.
Mereka menjadi jaringan transisi yang menghubungkan dukungan politik dari era Jokowi ke era Prabowo–Gibran, sekaligus memperkuat konsolidasi di tengah tantangan kebangsaan.
Prabowo dan Gibran Minta Maaf
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka mendalam sekaligus permintaan maaf atas masih adanya kekurangan dalam penanganan bencana banjir Sumatera.
Ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi pengungsi di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (22/12/2025).
“Saya pastikan, pemerintah akan terus memberikan upaya maksimalnya dalam mempercepat dan menyempurnakan penanganan di lapangan,” kata Gibran dalam keterangan pers tertulis.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga meminta maaf saat meninjau posko pengungsian di Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025).
Ia menekankan komitmen penuh pemerintah memulihkan kehidupan masyarakat, sembari mengapresiasi kerja sama pemda, aparat, dan relawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/HM-Darmizal-Budie-Ari-Setiadi-Utje-Gustaaf-Patty-RJ2-di-diskusi-satu-tahun-pemerintahan-Prabowo.jpg)