Pemerintah Sebut Kampung Haji di Mekkah Bisa Tekan Biaya Haji
Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, meyakini pembangunan kampung haji Indonesia di Mekkah menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
“Dan itu siang hari, kemudian malam harinya direspons positif, boleh, langsung oleh Crown Prince pada saat dinner-nya,” ujarnya.
Rosan mengatakan tindak lanjut proyek tersebut dimungkinkan setelah Arab Saudi mengubah regulasi kepemilikan properti oleh institusi asing di Mekkah dan Madinah.
“Pada bulan Juli akhir undang-undang dari kepemilikan oleh institusi asing di Mekkah dan Madinah sudah dirubah, di Juli akhir. Dan akan berlaku efektif di bulan Januari ini,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Danantara telah melakukan pembelian bersyarat terhadap satu hotel dan lahan strategis di kawasan Taher, Mekkah.
“Kita sudah membeli satu hotel di sana, di daerah Taher. Itu hotel dengan kapasitas kamar 1.461 kamar, dan di tiga tower, dan kita juga membeli tanah di depannya seluas total 5 hektar untuk membangun kurang lebih 13 tower dan satu mall untuk para jemaah haji dan umrah kita,” ujarnya.
Ia menyebut lokasi tersebut berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram atau lebih dekat dibandingkan lokasi jemaah haji Indonesia saat ini.
“Sedangkan saya diinformasikan oleh Kementerian Haji, sekarang jemaah haji kita tuh jaraknya yang terdekat 4,5 sampai 6 km. Ini hanya 2,5 km,” katanya.
Rosan menegaskan tanah yang dibeli tersebut berstatus hak milik, bukan sewa.
“Jadi tanah di Mekkah dan Madinah, jadi hak milik. Gitu ya. Termasuk yang ini juga adalah hak milik. Jadi tanahnya bukan sewa tapi dimiliki oleh pemerintah Indonesia melalui Danantara,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek Kampung Haji Indonesia merupakan hasil langsung dari diplomasi Presiden Prabowo dengan pemerintah Arab Saudi.
“Dan inilah tanah pertama yang dimiliki di Mekkah oleh institusi di luar dari Arab Saudi,” katanya.
Rosan menyampaikan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia akan dimulai pada kuartal IV 2026.
“Dan kita akan menggambar dan akan mulai pembangunannya pada rencana quarter 4 di tahun 2026, atau tahun depan,” ujarnya.
Ia juga melaporkan bahwa Indonesia saat ini masuk dua besar dalam proses bidding lahan kedua di kawasan Western Hindawiyah, Mekkah.
“Dari 90 bidder ini kita sudah masuk dua besar. Sudah masuk dua besar,” kata Rosan.
Menurutnya, jika lahan kedua tersebut berhasil diperoleh, fasilitas Kampung Haji Indonesia akan mampu melayani seluruh jemaah haji Indonesia dengan lebih baik.
“Kalau kita mendapatkan lahan itu, insyaallah seluruh jemaah haji kita bisa terlayani, mempunyai tempat yang sangat baik, yang sangat layak, sangat dekat dibandingkan dengan keadaan sekarang,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KAMPUNG-HAJI-INDONESIA-33.jpg)