Rabu, 7 Januari 2026

Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp 6,6 Triliun, Prabowo: Kekayaan Kita Bocor, Dirampok

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebocoran kekayaan negara akibat praktik ilegal dan korupsi dapat membuat negara kolaps jika dibiarkan.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/Jeprima
SERAHKAN UANG DENDA - Presiden Prabowo Subianto memberikan kata sambutan pada acara seremoni penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari hasil tindak pidana korupsi di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Kejaksaan Agung menyerahkan uang sitaan sekitar Rp6,62 triliun kepada negara, di antaranya adalah uang sitaan Satgas PKH sekitar Rp2,344 triliun dari hasil penertiban kawasan hutan dan hasil penyelamatan keuangan negara atas penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh Kejakgung sekitar Rp4,28 triliun. Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo menegaskan komitmennya untuk melawan praktik perampokan kekayaan negara
  • Kebocoran kekayaan negara akibat praktik ilegal dan korupsi dapat membuat negara kolaps
  • Prabowo menegaskan kesiapannya untuk berkorban demi rakyat dan negara

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebocoran kekayaan negara akibat praktik ilegal dan korupsi dapat membuat negara kolaps jika dibiarkan.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memberikan penghargaan atas kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah melakukan penyelamatan keuangan negara senilai Rp 6.625.294.190.469,74 atau Rp 6,6 triliun.

“Saudara-saudara, berkali-kali saya katakan negara itu ibarat badan, ibarat badan manusia. Kekayaan, uang, uang dan segala kekayaan itu ibarat darah,” kata Prabowo di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Prabowo menggambarkan, jika tubuh manusia terus kehilangan darah setiap hari, maka pada akhirnya tubuh tersebut akan mati.

Menurutnya, kondisi serupa juga akan dialami negara jika kekayaan terus bocor.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Perang Terhadap Korupsi: Jangan Pandang Bulu, Jangan Mau Dilobi

“Kalau badan manusia tiap hari bocor, bocor, bocor sekian cc, di ujungnya badan itu kolaps mati. Negara sama, di ujungnya kekayaan kita bocor, bocor, bocor, dirampok, dicuri,” ujarnya.

Prabowo menyebut berbagai modus kebocoran kekayaan negara, mulai dari laporan palsu, praktik under invoicing, penyuapan pejabat, hingga penyelundupan barang keluar dan masuk wilayah Indonesia.

“Laporan palsu, under invoicing, pejabat disogok, penyelundup, penyelundup ke luar, penyelundup ke dalam, gimana negara bisa bertahan?” ucap Prabowo.

Baca juga: Saat Tumpukan Uang Hasil Sitaan Lebih Tinggi dari Prabowo, Potret Kembalinya Kekayaan Negara

Ia menilai, kondisi tersebut memang dikehendaki pihak-pihak tertentu yang ingin melemahkan Indonesia.

“Ini yang dikehendaki oleh beberapa kekuatan,” katanya.

Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk melawan praktik perampokan kekayaan negara, meski kerap mendapat cibiran saat menyinggung adanya campur tangan kekuatan asing.

“Kalau saya bicara kekuatan asing saya diketawain, saya tidak peduli. Saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Siap Mati

Bahkan, Prabowo menegaskan kesiapannya untuk berkorban demi rakyat dan negara.

“Saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya mati untuk rakyat kehormatan bagi saya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Satgas PKH atas kerja-kerja penertiban yang telah dilakukan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved