Banjir Bandang di Sumatera
Huntara Dikebut 18 Jam Sehari, Negara Berpacu dengan Waktu Pulihkan Korban Banjir Sumatra
Negara berpacu dengan waktu. Huntara dikebut 18 jam sehari agar korban banjir bandang Aceh, Sumut, dan Sumbar segera pulih.
Pemerintah menegaskan penanganan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan huntara.
Pemulihan juga menyasar sektor lingkungan, terutama alur sungai yang rusak parah.
Langkah ini akan dikombinasikan dengan mitigasi struktural dan non-struktural untuk menekan risiko bencana serupa di masa depan.
157 Ribu Rumah Rusak, Waktu Jadi Penentu
Hingga Kamis malam (25/12/2025), BNPB mencatat 157.838 rumah rusak akibat banjir bandang dan longsor.
Dari jumlah itu, 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rusak sedang, dan 77.397 rusak ringan.
Angka tersebut menjadi alarm keras bahwa percepatan pembangunan huntara bukan pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar warga bisa kembali bangkit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jumlah-Pengungsi-Banjir-di-Sumut-Sumbar-dan-Aceh-Tembus-Lebih-Setengah-Juta-Orang.jpg)