Rabu, 20 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

MBG Tetap Jalan saat Libur Sekolah, CELIOS Pertanyakan Akuntabilitas BGN: Dapur SPPG Harus Ngebul?

Direktur Kebijakan Publik CELIOS Media Wahyudi Askar menduga, MBG tetap berlanjut karena yang diuntungkan adalah SPPG.

Tayang:
Kompas.com/Bayu Apriliano
NAMPAN MBG - Ilustrasi tumpukan nampan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terus dilanjutkan di masa libur sekolah. 

"Dan sekarang konteksnya kan berubah. Anak-anak itu enggak ada di sekolah. Karena MBG itu programnya kan berbasis sekolah, penerimanya jelas, logistiknya jelas."

"Kalau anak-anak itu enggak ada di sekolah, siapa yang kemudian bisa diawasi?"

Dapur SPPG Harus Tetap Ngebul

Media juga menyoroti penjelasan BGN, MBG tetap disalurkan di masa libur sekolah, dengan penerimanya tidak hanya siswa, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Menurut pria yang juga akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, hal tersebut hanya dalih BGN agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap mengebul alias beroperasi.

Media pun mempertanyakan apa urgensi MBG tetap berjalan kala libur sekolah.

Ia lantas menduga, MBG tetap berlanjut karena yang diuntungkan adalah SPPG.

Sebab, jika SPPG terus berjalan, maka biaya operasional dan kontraknya tetap aktif, sehingga profitnya tetap terjaga.

"Mayoritas penerima MBG itu anak sekolah, dari hampir sekitar total 40 jutaan penerima itu. Jadi, menurut saya kurang tepat juga untuk berkilah [penerimanya juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita]," ujar Media.

"Jadi yang penting sekarang ya lebih baik jujur saja, gitu kenapa program ini tidak berhenti?"

"Itu sebetulnya sederhana; karena dapur SPPG itu harus ngebul."

"Jadi, yang paling diuntungkan hari ini karena MBG dipaksakan untuk terus berjalan ya adalah dapur-dapur SPPG."

"Karena selama dapurnya itu tetap ngebul, SPPG tetap menyalurkan makanan ke sekolah, dapur beroperasi, biaya operasional jalan, dapur jalan, kontraknya hidup, dan margin profitnya tetap aman untuk SPPG ini.

Potensi Kerugian Uang Negara

Media pun mengingatkan, program MBG ini memakai bukan sepenuhnya gratis, melainkan memakai uang rakyat, bukan uang dari pejabat pemerintah atau bahkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Sehingga, harus betul-betul dijaga akuntabilitasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved