Minggu, 19 April 2026

Ibadah Haji 2026

DPR Awasi Proyek Kampung Haji Indonesia, Minta Lokasinya Dekat Masjidil Haram

DPR awasi proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Lokasi diminta dekat Masjidil Haram, MUI beri catatan, jamaah sambut positif.

Penulis: Fersianus Waku
TRIBUNNEWS.COM/YULIS S
LOKASI KAMPUNG HAJI INDONESIA - Kawasan Jabal Hindawiyah atau Bukit Hindawiyah yang berada di Jalan Mansyuriah dan Jalan Khalidiyah Makkah yang menjadi lokasi calon kampung haji Indonesia berdiri di Arab Saudi, Nanti di kawasan berjarak 2 km dari Masjidil Haram ini akan dibangun pusat pelayanan haji untuk jemaah haji Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • DPR minta Kampung Haji Indonesia dibangun dekat Masjidil Haram demi kemudahan jamaah.
  • MUI nilai proyek inovatif, tapi ingatkan risiko eksklusivitas dan tata kelola.
  • Jamaah sambut positif, berharap biaya haji lebih terjangkau dan akses lebih mudah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi VIII DPR RI menegaskan akan mengawasi proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah, dengan permintaan agar lokasinya dekat Masjidil Haram demi kemudahan jamaah.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, meminta agar rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah dilakukan di lokasi yang tidak jauh dari Masjidil Haram.

Menurutnya, penentuan lokasi menjadi faktor krusial agar kampung haji benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi jamaah haji Indonesia, terutama saat puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Tempat kita usulkan yang tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram dan mudah terjangkau transportasi pada waktu puncak haji,” kata Singgih kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).

Ia menjelaskan, kedekatan lokasi dengan Masjidil Haram akan memudahkan mobilitas jamaah, termasuk bagi jamaah lanjut usia yang membutuhkan akses lebih dekat.

“Sehingga bisa digunakan juga untuk umrah dari Indonesia,” ujar politikus Partai Golkar ini.

Singgih menegaskan, Komisi VIII DPR RI mendukung penuh pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, sekaligus menekankan fungsi DPR sebagai pengawas kebijakan pemerintah, termasuk dalam aspek anggaran.

Menurutnya, dukungan ini tetap harus diiringi dengan pengawasan ketat agar proyek berjalan sesuai tujuan dan memberi manfaat nyata bagi jamaah.

Proyek Mulai Realisasi

Presiden Prabowo Subianto memantau langsung rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut lokasi berada di kawasan Taher, Mekkah, dengan jarak hanya 2 km dari Masjidil Haram.

Proyek ini sudah masuk tahap realisasi dengan nilai investasi awal mencapai lebih dari 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,33 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk akuisisi hotel berkapasitas 1.461 kamar di tiga tower serta pembelian lahan seluas 5 hektare yang akan dikembangkan menjadi 13 tower tambahan.

Langkah ini menandai komitmen pemerintah dan Danantara untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan Kampung Haji Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan sudah memiliki aset nyata di Mekkah.

Tampung 23 Ribu Jamaah

Hotel yang sudah dibeli mampu menampung 4.383 jamaah di tiga tower dengan 1.461 kamar. Kapasitas ini menjadi bukti nyata bahwa proyek Kampung Haji Indonesia sudah memiliki aset riil di Mekkah.

Jika pembangunan 13 tower tambahan di lahan 5 hektare terealisasi, total kapasitas hunian bisa mencapai lebih dari 23 ribu jamaah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved