Banjir Bandang di Sumatera
Belajar dari Bencana Aceh dan Sumatra, Dosen UGM Ingatkan Bahaya Deforestasi
Dr. Hatma Suryatmojo, menyebut deforestasi sebagai persoalan struktural yang terus berulang hampir setiap tahun dan melibatkan banyak faktor
Lembaga antirasuah tersebut mengungkapkan bahwa potensi kerugian negara akibat kerusakan hutan atau deforestasi di Indonesia telah mencapai angka Rp 175 triliun.
Berdasarkan data gabungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan data internal KPK yang dirilis pada Selasa (30/12/2025), angka kerugian fantastis tersebut berbanding lurus dengan luasnya kerusakan hutan yang terjadi.
Tercatat, deforestasi di Indonesia kini telah menyentuh angka 608.299 hektare (ha).
Deforestasi adalah proses berkurangnya atau hilangnya hutan karena ditebang, dibakar, atau dialihfungsikan menjadi lahan lain, seperti perkebunan, pertanian, pemukiman, atau tambang.
"Kerusakan hutan dalam angka di Indonesia, yakni sebesar 608.299 ha deforestasi dan potensi kerugian negara dari sektor hutan mencapai Rp 175 triliun," tulis KPK dalam pernyataan resminya.
Kasus Korupsi Sektor Kehutanan
Besarnya potensi kerugian negara ini tidak lepas dari praktik korupsi yang melilit sektor sumber daya alam.
Saat ini, KPK tengah menangani sejumlah perkara aktif terkait sektor kehutanan yang melibatkan nilai suap miliaran rupiah.
Beberapa kasus menonjol yang sedang ditangani antara lain:
1. Kasus PT Inhutani V
Dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan dengan nilai suap mencapai Rp4,2 miliar serta gratifikasi berupa satu unit mobil Rubicon.
2. Kasus Pemkab Bogor
Suap terkait izin alih fungsi lahan hutan lindung dengan nilai mencapai Rp8,9 miliar.
3. Kasus Kabupaten Buil
Suap perizinan usaha perkebunan dan Hak Guna Usaha (HGU) dengan nilai Rp3 miliar.
Mengingat posisi Indonesia sebagai pemilik hutan terluas ke-8 di dunia (setara 2 persen total hutan global), KPK menegaskan perlunya kolaborasi serius untuk melindungi kekayaan alam ini dari tangan-tangan kotor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-bandang-sumatera-tumpukan-kayu.jpg)