Minggu, 31 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Prabowo soal Bantuan Asing: Bodoh Sekali Kalau Kita Tolak

Presiden Prabowo Subianto memberikan komentarnya terkait bantuan asing untuk para korban bencana Sumatra.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
Istimewa/Kanal YouTube Sekretariat Presiden
BANTUAN ASING - Presiden Prabowo Subianto saat tinjau pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang, pada Kamis (1/1/2026) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bodoh sekali kalau bantuan asing ditolak. 

"Kita terima kasih langsung disalurkan," tegasnya.

Prabowo Dapat Telepon Pemimpin Negara Lain

Pada Desember 2025 lalu, Prabowo mengaku mendapatkan telepon dari berbagai pemimpin negara sahabat.

Mereka berlomba-lomba menawarkan bantuan.

Namun, Prabowo menolak bantuan itu dan menyatakan pemerintah Indonesia mampu mengatasi sendiri.

"Sehingga saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara lain ingin kirim bantuan, saya bilang, 'Terima kasih concern (perhatian) Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini'," ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono.

Ia menyebut, Indonesia masih mampu melakukan penanganan bencana Sumatra secara mandiri sehingga bantuan dari negara asing masih belum diperlukan.

"Pak Presiden tidak pernah menyampaikan bahwa 'oh kita tidak usah terima bantuan asing karena kita ego atau kita pride', itu tidak. Ini lebih kepada pemerintah yakin bahwa kita ini masih mampu (tangani bencana Sumatra)," tegasnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (12/12/2025.

Timothy mengakui, memang sejumlah pemerintah daerah sempat menyatakan bahwa anggaran mereka sudah habis.

Baca juga: Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh, BSN Hadir Dukung Pembiayaan Syariah 

Namun, kata Timothy, pemerintah sudah mengatasi hal tersebut dengan menambah anggaran untuk pemerintah daerah, kabupaten, kota, hingga provinsi.

"Pak Mendagri (Tito Karnavian) pada waktu rapat terbatas (di Aceh) menyampaikan usulan tambahan anggaran Rp2 miliar per kabupaten kota dan juga untuk provinsi juga ditambahkan, lalu Pak Presiden sudah memutuskan bahwa untuk kabupaten kota itu diberi tambahan Rp4 miliar masing-masing daerah begitu."

"Untuk provinsi diberi tambahan Rp20 miliar tiap provinsi. Itu gunanya apa? Supaya pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten kota bisa melakukan percepatan penanganan korban begitu," papar Timothy.

Timothy pun mengatakan, pemerintah Indonesia tentunya sangat menghargai dan mengapresiasi dukungan dari internasional, baik yang menyampaikan keprihatinan maupun menawarkan bantuan.

"Tetapi balik lagi pemerintah masih merasa bahwa kita masih sanggup dan kita terus berupaya, Pak Presiden juga terus berkomitmen melakukan percepatan ya," tegasnya.

"Kita ini punya pahlawan-pahlawan di lapangan, kita punya TNI, Poli, kita punya BNPB, kita punya Basarnas, kita juga punya pahlawan kesehatan, kita juga punya pahlawan kelistrikan," tandas Timothy.

(Tribunnews.com/Endra/Rifqah)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved