Kamis, 11 Juni 2026

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Antarktika Jadi Saksi Utama

Gerhana matahari cincin 2026 akan terjadi di Antarktika. Fenomena langka ini hanya bisa disaksikan segelintir orang.

Tayang:
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Tiara Shelavie
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FENOMENA ALAM - Proses terjadinya Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dilihat dari tepian pantai Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Kamis (26/12/2019). Gerhana matahari cincin 2026 akan terjadi di Antarktika. Fenomena langka ini hanya bisa disaksikan segelintir orang. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026, dengan puncaknya menutupi 96 persen bagian tengah Matahari selama lebih dari 2 menit. 
  • Jalur utama gerhana hanya melintasi wilayah terpencil di Antarktika, sehingga kemungkinan besar hanya segelintir peneliti di stasiun Concordia dan Mirny yang dapat menyaksikannya langsung. 
  • Sementara itu, gerhana parsial masih bisa terlihat di sebagian Antarktika, Afrika bagian selatan, dan ujung selatan Amerika Selatan.


TRIBUNNEWS.COM
- Fenomena gerhana matahari cincin atau annular solar eclipse akan terjadi pada 17 Februari 2026. 

Peristiwa langit langka ini akan membentuk “cincin api” ketika Bulan menutupi hampir seluruh bagian tengah Matahari, menyisakan lingkaran cahaya di tepinya.

Namun, gerhana matahari cincin 2026 hampir tidak akan disaksikan manusia. Jalur utama gerhana hanya melintasi wilayah terpencil di Antarktika

Di puncaknya, sekitar 96 persen bagian tengah Matahari akan tertutup Bulan, dengan durasi cincin api mencapai sekitar 2 menit 20 detik.

Menurut laporan Space.com, hanya sedikit lokasi berpenghuni yang berada tepat di jalur cincin api

Salah satunya adalah Stasiun Riset Concordia, stasiun penelitian gabungan Prancis–Italia yang berada di pedalaman Antarktika

Di lokasi ini, gerhana cincin diperkirakan berlangsung selama sekitar 2 menit 1 detik pada pukul 11.46 UTC.

Concordia dikenal sebagai salah satu tempat terdingin di Bumi. Suhu di kawasan ini bisa mencapai minus 80 derajat Celsius. 

Stasiun ini hanya dihuni sekitar 16 ilmuwan yang melakukan penelitian atmosfer, iklim, serta pengamatan astronomi dan satelit.

Lokasi kedua yang berpotensi melihat cincin api adalah Stasiun Mirny milik Rusia, yang terletak di Queen Mary Land, pesisir Antarktika

Di tempat ini, fase cincin akan berlangsung sekitar 1 menit 52 detik pada pukul 12.07 UTC. 

Baca juga: 13 Fenomena Bulan Paling Menarik Sepanjang 2026, dari Gerhana hingga Supermoon

Mirny merupakan salah satu stasiun penelitian tertua di Antarktika dan dihuni beberapa puluh peneliti.

Eclipse meteorologist Jay Anderson menyebut kemungkinan hanya segelintir orang yang benar-benar melihat gerhana cincin ini secara langsung. 

Akses menuju wilayah tersebut sangat terbatas dan tidak dirancang untuk wisatawan, seperti dikutip Space.com dari situs Eclipsophile.

Meski begitu, gerhana matahari sebagian masih bisa disaksikan di wilayah lain. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved