Kabinet Prabowo Gibran
Retret Kabinet, Prabowo Bicara Soal Swasembada Beras, Program MBG hingga Pihak yang Nyinyir
Prabowo pimpin retret kabinet di Hambalang, tekankan swasembada pangan-energi. Indonesia klaim cadangan beras tertinggi dan MBG jangkau 55 juta anak
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo memimpin retret Kabinet Merah Putih di Hambalang dengan menekankan kemandirian pangan dan energi.
- Ia menyebut Indonesia resmi swasembada beras pada 2025 dengan cadangan lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
- Program Makan Bergizi Gratis juga telah menjangkau 55 juta penerima manfaat.
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menggelar retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Prabowo menggelar retret didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Presiden dan Wapres kompak mengenakan pakaian safari cokelat lengan panjang. Begitu juga dengan para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala lembaga, terkecuali Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan yang mengenakan seragam.
Tiba di lokasi, Presiden langsung menyalami para pembantunya tersebut satu per satu, mulai dari menteri koordinator, menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga.
Presiden dan Wapres kemudian berkeliling menghampiri meja para pejabat satu per satu yang berbentuk huruf U.
Setelah bersalaman, Presiden mengawali dengan ucapan terima kasih kepada para anggota kabinetnya yang telah bekerja selama tahun 2025.
Baca juga: Retret Kabinet Merah Putih, Prabowo Minta Menteri Laporkan Kendala Program Langsung
“Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif, dengan penuh pemahaman dan keberanian, karena saudara-saudara mengambil keputusan dan inisiatif. Itu membutuhkan keberanian. Yang paling aman, paling gampang adalah tidak berbuat apa-apa atau menunggu petunjuk. Tetapi pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya, adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, dan memahami direktif pemimpin,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan sejumlah capaian pemerintah, salah satunya di bidang pangan.
Menurut Presiden, Indonesia harus menjadi negara yang mandiri, terutama di sektor pangan. Prabowo mengatakan tidak ada negara yang merdeka tanpa bisa menjamin makan untuk rakyatnya. Tidak hanya beras, swasembada juga harus terwujud pada komoditas lain, terutama yang mengandung karbohidrat dan protein.
“Tapi yang dikatakan swasembada pangan adalah tidak hanya beras. Beras, jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus swasembada protein,” katanya.
Tidak hanya pangan, swasembada juga harus terwujud dalam sektor energi. Apabila Indonesia masih bergantung dengan negara lain dalam sektor energi, maka Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang makmur.
“Tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” katanya.
Menurut Presiden, strategi pemerintah yang ia pimpin untuk mewujudkan kemandirian di sektor energi dan pangan ternyata sesuai dengan kondisi dunia yang sangat dinamis. Kemandirian pangan dan energi sangat penting ketika di banyak kawasan terjadi konflik.
Presiden mencontohkan Thailand dan Kamboja yang merupakan negara pengekspor beras ke Indonesia.
Saat ini, ketika kedua negara tersebut sedang berperang, pasokan beras berpotensi terancam. Begitu juga dengan komoditas dari India dan Thailand yang saat ini tengah berkonflik.
Selain itu, kemandirian pangan juga menjadi penting saat terjadi pandemi seperti Covid-19 beberapa tahun lalu. Meskipun memiliki uang, Indonesia tidak bisa mengimpor beras karena negara-negara lain memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RETRETHAMBALANG1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.