Kamis, 7 Mei 2026

Swasembada Pangan 2025, Prabowo: Petani yang Paling Merah Putih di Indonesia, tapi Kurang Dilindungi

Presiden RI Prabowo Subianto juga prihatin, selama puluhan tahun, para petani dan nelayan di Indonesia masih kurang mendapat perlindungan.

Tayang:
Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden
SWASEMBADA PANGAN 2025 - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) siang. Prabowo prihatin, bahwa selama puluhan tahun, para petani dan nelayan di Indonesia masih dalam posisi yang kurang mendapat perlindungan. 

Dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) siang, Prabowo juga mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai Swasembada Pangan Tahun 2025.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," kata Prabowo, Rabu.

Prabowo mengatakan, Indonesia harus menjadi bangsa yang sungguh-sungguh menjadi bangsa yang mandiri.

Terlebih, bangsa ini adalah bangsa yang kaya dengan kekayaan alam melimpah.

Ia prihatin juga kekayaan negara tidak pandai dikelola sehingga yang terjadi adalah kebocoran dan penyelundupan ke luar negeri.

"Bangsa Indonesia harus sungguh-sungguh menjadi bangsa yang waspada bangsa yang selalu mau mengoreksi diri, bangsa yang selalu berani menghadapi segala keadaan," tutur Prabowo.

Dikutip dari situs babel.brmp.pertanian.go.id, Indonesia mengawali 2026 dengan capaian besar sektor pertanian melalui Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan para petani di seluruh Indonesia.

Hal ini menegaskan keberhasilan kolektif bangsa dalam memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa impor beras medium.

Stok beras pemerintah kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, bahkan cadangan beras mencapai 4,2 juta ton pada pertengahan 2025 dan 3,25 juta ton di akhir tahun, dengan produksi beras nasional sebesar 34,71 juta ton. 

Selain itu, harga beras dinilai tetap terkendali, inflasi terjaga, dan kesejahteraan petani terus meningkat.

(Tribunnews.com/Rizki A.)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved