Mengenal Rudal Khan, Sistem Senjata Pertahanan Baru Milik Indonesia
Indonesia resmi mengakuisisi Rudal KHAN buatan Turki untuk memperkuat sistem pertahanan nasional, ditempatkan di Kalimantan Timur.
Ringkasan Berita:
- Indonesia resmi mengakuisisi Rudal KHAN buatan Turki untuk memperkuat sistem pertahanan nasional
- Rudal ini ditempatkan di Kalimantan Timur, dekat ibu kota baru Nusantara, sebagai langkah defensif untuk melindungi pusat pemerintahan dan jalur laut strategis.
- Penempatan tersebut menegaskan bahwa KHAN berfungsi sebagai pencegah protektif, bukan alat ofensif, karena jangkauannya tidak mencapai wilayah konflik atau negara tetangga.
TRIBUNNEWS.COM – Indonesia terus memperkuat kemampuan pertahanannya di tengah dinamika geopolitik global.
Salah satu langkah strategis terbaru adalah pengadaan rudal KHAN, sistem senjata modern buatan Turki yang dinilai mampu memperkuat pertahanan nasional.
Mengutip DefenseNews, rencana pengadaan rudal Khan telah terdengar sejak 2022.
Produsen rudal asal Turki, Roketsan, menandatangani kontrak dengan Indonesia pada November 2022 untuk memasok sistem rudal tersebut.
Ini merupakan pertama kalinya sistem rudal Khan (versi ekspor dari rudal balistik Bora milik militer Turki) masuk ke inventaris militer negara lain selain Turki.
Spesifikasi Rudal Khan
Mengutip defencesecurityasia.com, rudal ini memiliki berat peluncuran sekitar 2.500 kilogram, dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi atau fragmentasi seberat 470 kilogram.
Rudal Khan dioptimalkan untuk menetralisasi target yang diperkuat, seperti bunker komando, infrastruktur pangkalan udara, instalasi radar, simpul logistik, serta baterai rudal yang ditempatkan di garis depan.
Dipandu oleh GPS, GLONASS Rusia, dan navigasi inersia, sistem ini memiliki margin akurasi kurang dari sepuluh meter, yang artinya ketika ditembakkan ke target, titik jatuhnya biasanya hanya meleset maksimal sekitar 10 meter dari sasaran yang dituju.
Diposisikan pada peluncur beroda 8x8 yang sangat mobile, sistem KHAN dirancang untuk taktik “tembak dan pindah”.
Kemampuan ini memungkinkan perpindahan cepat melintasi medan kompleks Indonesia, sekaligus mempersulit upaya penargetan, pengawasan, dan operasi kontra-artileri oleh pihak lawan.
Kapabilitas ini menjembatani kesenjangan yang telah lama ada antara artileri tabung, sistem roket, dan amunisi yang dikirim melalui udara, sehingga menciptakan arsitektur tembakan berlapis yang selaras dengan konsep peperangan multi-domain modern.
Ditempatkan di Kalimantan
Mengutip globalsouthforum.org, rudal balistik KHAN ITBM-600 telah tiba di Indonesia dan saat ini ditempatkan di Markas Batalyon Artileri Medan ke-18 (Yonarmed 18/Buritkang) di Tenggarong, Kalimantan Timur.
Baca juga: Media Malaysia Soroti Rudal KHAN di Kalimantan: Jakarta Mulai Tinggalkan Doktrin Pertahanan Defensif
Rudal tersebut pertama kali terlihat pada Agustus 2025.
Lokasi penempatan rudal Khan sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan sejumlah analis.
Bukannya ditempatkan di dekat wilayah rawan konflik seperti Laut China Selatan atau Selat Malaka, Indonesia justru menempatkan unit pertama di Provinsi Kalimantan Timur, wilayah pedalaman di Pulau Kalimantan yang berdekatan dengan lokasi ibu kota masa depan Indonesia, Nusantara (IKN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RUDAL-KHAN-INDONESIA-f.jpg)