Selasa, 12 Mei 2026

Prabowo Minta Penyaluran MBG Tidak 'Ngoyo' demi Target Zero Accident

Hingga Selasa pekan ini, penerima MBG sudah mencapai 55,1 juta jiwa dengan jumlah SPPG sekitar 19.800 unit.

Tayang:
Tribunnews.com/Ist
DAPUR MBG — Sejumlah petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Jakarta, belum lama ini. Prabowo meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tidak ngoyo karena kualitas SDM yang dipakai dan dapur umum MBG harus sesuai petunjuk teknis. 
Ringkasan Berita:
  • Prabowo meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tidak ngoyo karena kualitas SDM yang dipakai dan dapur umum MBG harus sesuai petunjuk teknis.
  • Hingga Selasa pekan ini, penerima MBG sudah mencapai 55,1 juta jiwa dengan jumlah SPPG sekitar 19.800 unit.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta agar penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) menuju target 82,9 juta penerima tidak dilakukan dengan memaksakan diri alias ngoyo.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyebut permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat retret kabinet di Kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

"Pak Presiden dalam retret menyampaikan, jangan ngoyo," kata Nanik di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Prabowo meminta tidak ngoyo karena kualitas sumber daya manusia serta pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG harus sesuai petunjuk teknis.

Dengan begitu, pelaksanaan MBG tahun ini bisa zero accident.

Nanik menyebut sejak September 2025 sudah hampir tidak terdengar lagi insiden di program MBG. Menurut dia, hal ini terjadi karena jumlah SPPG yang tersertifikasi semakin banyak.

Data terbaru menunjukkan sudah ada 4.535 SPPG yang telah lulus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ia menambahkan, proses SPPG untuk mendapatkan SLHS juga sangat ketat, salah satu contohnya ompreng atau wadah MBG tidak boleh dicuci di luar SPPG.

Selain itu, penggunaan air pun wajib berasal dari galon bermerek yang terjamin kualitasnya, mengingat sebelumnya pernah ditemukan bakteri Escherichia coli (E-coli) pada air.

Baca juga: Dana Operasional MBG Januari 2026 Sudah Cair, SPPG Diminta Segera Jalan

Meski demikian, Nanik tidak bisa menjamin insiden luar biasa tidak akan terjadi lagi pada tahun ini. Namun, ia memastikan BGN akan bekerja maksimal.

"Untuk mencapai zero [accident] kalau menggaransi itu Allah yang garansi, tapi kita akan berusaha kerja keras untuk meminimalisir," kata Nanik. 

Target 82,9 juta penerima pada Mei mendatang diperkirakan masih akan bertambah karena kategorinya semakin luas.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Perluasan Penerima MBG, penerimanya tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga guru dan tenaga pendidik.

Selain itu, siswa pondok, baik yang terdaftar di Kementerian Agama maupun tidak, kini masuk kategori penerima MBG. 

Anak jalanan yang tidak bersekolah juga akan menjadi penerima MBG. Mereka akan ditampung di Sekolah Rakyat dan mendapatkan MBG. "Insyaallah dari target kami bulan Mei dengan tambahan-tambahan tadi bisa tercapai," ujar Nanik.

Hingga Selasa pekan ini, penerima MBG sudah mencapai 55,1 juta jiwa dengan jumlah SPPG sekitar 19.800 unit. Dari situ, terdapat sekitar 902 ribu orang yang bekerja langsung di SPPG.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved