Sabtu, 10 Januari 2026

Hadapi Tantangan Global, Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Punya Karakter Kuat, Adaptif dan Inovatif

Kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta berinovasi menjadi kunci utama bagi generasi muda menciptakan produk dan jasa baru di tengah disrupsi.

|
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
HO/IST/istimewa
WISUDA UNIVERSITAS PRADITA - Tantangan global yang kian kompleks menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, adaptif, dan inovatif. Rektor Universitas Pradita Prof. Richardus Eko Indrajit mengatakan, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta berinovasi menjadi kunci utama bagi generasi muda untuk menciptakan produk dan jasa baru di tengah disrupsi 
Ringkasan Berita:
  • Kampus menekankan pentingnya karakter, adaptasi, dan inovasi agar lulusan mampu bersaing di tengah disrupsi global.
  • Hingga akhir 2025, sebanyak 1.300 wisudawan telah diluluskan dengan bekal integritas, kepedulian, dan kesiapan kerja melalui konsep Enterprise University.
  • Pada 2026, kampus menyiapkan penguatan fasilitas, kurikulum industri, serta pembelajaran berbasis proyek nyata.

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG — Tantangan global yang kian kompleks menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, adaptif, dan inovatif.

Rektor Universitas Pradita Prof. Richardus Eko Indrajit mengatakan, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta berinovasi menjadi kunci utama bagi generasi muda untuk menciptakan produk dan jasa baru di tengah disrupsi.

“Menjadi pintar itu mudah jika diberi ruang belajar, tetapi membentuk pribadi berintegritas adalah tantangan sesungguhnya karena membutuhkan kerendahan hati, rasa hormat, dan kepedulian. Nilai inilah yang kami tanamkan melalui value caring dalam kehidupan kampus,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Gus Ipul: Negara Kawal Pendidikan Siswa Sekolah Rakyat Sampai Perguruan Tinggi

Hingga akhir 2025, Universitas Pradita telah meluluskan total 1.300 wisudawan dari berbagai program studi. Para lulusan tersebut tidak hanya dibekali ijazah, tetapi juga penguatan karakter berupa integritas, kepedulian, serta kemampuan adaptif untuk menghadapi dunia profesional.

Universitas Pradita mengembangkan konsep Enterprise University, yaitu model pendidikan yang mengintegrasikan dunia akademik dengan kebutuhan industri secara nyata.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa disiapkan menjadi talenta siap kerja sekaligus memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.

Konsep tersebut dirancang untuk melahirkan lulusan yang mampu menjadi job creator, bukan sekadar job seeker.

Memasuki 2026, Universitas Pradita menyiapkan pengembangan berbagai fasilitas penunjang, antara lain pembangunan laboratorium laundry, laboratorium desain, penambahan lima ruang kelas baru, serta pengembangan Virtual Reality Room (VR Room).

Baca juga: Kementerian P2MI Libatkan 14 Perguruan Tinggi Atasi Lonjakan Pencari Kerja

“Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar berbasis teknologi, kreatif, dan selaras dengan kebutuhan industri masa depan,” tambah Aida.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kurikulum yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia kerja.

Mahasiswa dibimbing langsung oleh praktisi industri dan dilibatkan dalam pembelajaran berbasis proyek nyata melalui pendekatan Real Case dan Real Experience.

"Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa berpikir kritis, bekerja kolaboratif lintas disiplin, serta menghasilkan solusi aplikatif sejak di bangku kuliah," kata Eko. 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved