Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Profil Nono Anwar Makarim, Ayah Nadiem Makarim Advokat Lulusan Harvard, Pernah Jadi Atasan Hotman
Ayah Nadiem Makarim, Nono Anwar Makarim, terlihat hadir di sidang pembacaan eksepsi sang anak, Kamis (8/1/2026).
Ringkasan Berita:
- Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, menjalani sidang pembacaan eksepsi pada Kamis (8/1/2026).
- Dalam kesempatan itu, Nadiem didampingi keluarganya, termasuk sang ayah, Nono Anwar Makarim.
- Sebelum sidang dimulai, Nadiem sempat mencium tangan Nono.
TRIBUNNEWS.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menjalani sidang lanjutan dengan agenda eksepsi atau pembelaan terkait kasus korupsi Chromebook, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Dalam sidang kali ini, Nadiem didampingi istri, Franka Franklin, serta ayah dan ibunya, Atika Algadri dan Nono Anwar Makarim.
Sesaat sebelum sidang dimulai, Nadiem menghampiri keluarganya yang duduk di bangku depan dan mencium tangan sang ayah.
Profil Nono Anwar Makarim
Nono Anwar Makarim atau Nono Makarim merupakan pendiri firma hukum terkemuka di Indonesia, Makarim & Taira S.
Dikutip dari makarim.com, ia mendirikan Makarim & Taira S bersama rekannya, Frank Taira Supit, pada 1980.
Nono pernah menjadi atasan Hotman Paris ketika advokat kondang itu bergabung dengan Makarim & Taira S pada 1983.
Baca juga: Profil Ari Yusuf Amir, Pengacara Nadiem Marah pada Jaksa usai Sidang, Pernah Bela Tom Lembong
Nono yang lahir pada 25 September 1939 di Pekalongan, Jawa Tengah, adalah seorang advokat, penulis, dan kolumnis yang memiliki spesialisasi hukum korporasi.
Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI) pada 1973.
Dari UI, Nono terbang ke Amerika Serikat (AS) dan menjadi asisten peneliti di Harvard Centre for International Affairs di Universitas Harvard pada 1973-1974.
Pada 1975, ia resmi menyandang gelar Magister Hukum dari Sekolah Hukum Harvard.
Dari Harvard jugalah Nono mendapatkan gelar Doktor Ilmu Hukum, lewat disertasinya berjudul Companies and Business in Indonesia.
Selama menjadi mahasiswa di Indonesia, Nono merupakan salah satu aktivis angkatan 1966 yang bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA).
Nono kemudian sempat menjadi pemimpin redaksi harian KAMI pada 1966-1973.
Dalam kurun waktu yang sama, pada 1967-1971, Nono menjadi anggota DPR-GR dari kalangan mahasiswa.
Nono bersama teman-temannya, seperti Emil Salim, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Satrio Budihardjo Joedono, Soemitro, dan Ismid Hadad, mendirikan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 1971.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ayah-dan-ibunda-Nadiem-Makarim-Nono-Anwar-Makarim-dan-Atieka-Algadrie.jpg)