Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Nadiem Makarim Menangis Bertemu Sahabatnya Seorang Driver Ojol Setelah Sidang Kasus Chromebook
Nadiem Makarim tak kuasa menahan tangis saat bertemu dengan seorang pengemudi ojek online dari Gojek, perusahaan yang sempat dipimpinnya dulu.
Dalam pengadaan Chromebook jaksa menyebut Nadiem memperkaya diri sendiri sebesar Rp 809 miliar.
Atas perbuatannya Nadiem Makarim didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Dalam bantahannya, Nadiem mengaku kekayaannya menyusut.
Ia mengaku pada tahun 2022 kekayaannya menyentuh Rp 4,8 triliun dan di tahun 2024 kekayaannya menurun menjadi Rp 600 miliar.
"Selama 5 tahun mengabdi sebagai menteri justru kekayaan saya menyusut. Hilanglah kesempatan saya untuk mendapatkan saham tambahan yang diberikan kepada para pimpinan Gojek setelah saya keluar. Hilanglah gaji besar saya," kata Nadiem saat membacakan eksepsi dalam sidang pada 5 Januari 2026.
Nadiem pun menyinggung dakwaan yang menyebut dirinya memperkaya diri Rp 809 miliar.
Hal itu disebutnya atas dasar LHKPN pada tahun 2022 yang mencatat adanya perolehan harta jenis surat berharga sebesar Rp 5,5 triliun.
"Dakwaan ini sangat membingungkan bagi saya. Pertama saya bingung karena di satu bagian dakwaan yang menyebut saya menerima aliran dana, dan di bagian lain dakwaan yang disebut sebagai bukti memperkaya diri adalah peningkatan surat berharga. Apakah tuduhannya saya menerima uang atau menerima surat berharga? Bingung saya," kata Nadiem.
Lanjut dia, dakwaan jaksa menjadi tidak cermat karena tidak menjelaskan secara lengkap sumber dari kekayaannya, yang dengan sangat mudah bisa didapatkan dari pelaporan pajak.
"Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT AKAB. Peningkatan surat berharga di LHKPN 2022 murni disebabkan harga saham GoTo yang melambung saat IPO ke kisaran harga Rp 250-300 per saham," kata Nadiem.
Diterangkannya kekayaannya tercatat di 2022 sebesar Rp 4,8 triliun.
Pada 2023, saat kisaran harga saham GoTo drop ke sekitar Rp 100, total kekayaannya pun turun drastis ke Rp 906 miliar.
"Di tahun 2024, dimana kisaran harga GoTo drop lagi ke Rp 70-80 per saham, kekayaan saya turun lagi ke Rp 600 miliar. Siapapun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya, karena bertumpu kepada satu angka saja harga saham GoTo yang terbuka untuk publik," ucap Nadiem.
Nadiem mengatakan dakwaan terhadap dirinya tidak menjelaskan apa hubungannya transaksi Rp 809 miliar dengan laporan kekayaannya.
"Karena memang faktanya tidak ada hubungan. Sekali lagi, dakwaan ini tidak jelas dan cermat karena tidak memuat kausalitas antara satu fakta dan fakta lainnya," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nadiem-Makarim-berpelukan-dengan-Mulyono.jpg)