Senin, 11 Mei 2026

Pastikan Zero Narkoba, Ditjenpas Tes Urine 23 Ribu Narapidana di Seluruh Indonesia

Kasubdit Kerja Sama Ditjenpas, Rika Aprianti mengatakan total ada puluhan ribu tahanan dan narapidana yang akan dites urinenya.

Tayang:
Tribunnews.com/Abdi Ryanda
CEK URIN - Ditjenpas Kemenimipas menggelar tes urine untuk seluruh tahanan dan narapidana di seluruh Indonesia untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). 
Ringkasan Berita:
  • Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham menggelar tes urine massal bagi seluruh tahanan, narapidana, dan petugas Lapas di Indonesia sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba.
  • Kasubdit Kerja Sama Ditjenpas, Rika Aprianti, menyebut ada 23.197 tahanan dan narapidana di 25 Lapas narkotika yang menjadi target utama pemeriksaan.
  • Program ini dilakukan sebagai deteksi dini sekaligus upaya pemberantasan narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan.
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ditjenpas Kemenimipas menggelar tes urine untuk seluruh tahanan dan narapidana di seluruh Indonesia untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Kasubdit Kerja Sama Ditjenpas, Rika Aprianti mengatakan total ada puluhan ribu tahanan dan narapidana yang akan dites urinenya.

"Saat ini kita punya 25 lapas narkotika seluruh Indonesia dan jumlah tahanan dan narapidana ada sekitar 23.197. Dan itu menjadi target kita untuk tes urine," kata Rika kepada wartawan di Lapas Narkotika Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini menurut Rika merupakan salah satu langkah preventif deteksi dini sekaligus juga memberantas narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan. 

"Kita sudah sering melakukan tes urine tapi mengawali awal tahun ini kita ingin memastikan dan membangkitkan lagi nih bahwa kita zero narkoba," ucapnya.

Selain para tahanan dan narapidana, Rika mengatakan tes urine juga dilakukan untuk seluruh petugas Lapas.

"Kalaupun ada yang positif, kita akan cek nih apakah dia penyebabnya kesehatankah. Kalau di luar kesehatan, kita tindak lanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yang pasti kita tidak akan main-main lah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rika mengatakan pihaknya tidak akan memberi celah sedikit pun soal adanya peredaran narkotika dari dalam Lapas.

Hal ini terbukti dari banyaknya para narapidana yang diputuskan untuk dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

"Kita sudah ada banyak buktinya, sudah 1.882 warga binaan high risk yang dipindahkan ke Nusa Kambangan. Itu merupakan salah satu, bahwa kita serius untuk membersihkan lapas rutan dari bahaya narkotik," tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved