Banjir Bandang di Sumatera
Penyuluh Agama Islam Gelar Trauma Healing bagi Penyintas di Bireuen Aceh
Sebanyak lima Penyuluh Agama Islam bersama lima guru madrasah memberikan pendampingan psikososial di Bireuen, Aceh.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak lima Penyuluh Agama Islam bersama lima guru madrasah memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh.
- Kegiatan yang diikuti 80 anak dan 16 ibu rumah tangga ini menghadirkan aktivitas trauma healing seperti bermain, bernyanyi, menggambar, serta sesi berbagi cerita bagi para ibu untuk memulihkan kepercayaan diri dan ketahanan keluarga.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak lima Penyuluh Agama Islam bersama lima guru madrasah memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh Kamis (8/1/2025). Kegiatan ini diikuti 80 anak dan 16 ibu rumah tangga.
Pendampingan dilakukan melalui berbagai aktivitas trauma healing, seperti bermain, bernyanyi, dan menggambar untuk anak-anak, serta sesi berbagi cerita bagi para ibu. Tujuannya memulihkan kepercayaan diri, menenangkan batin, dan memperkuat ketahanan keluarga.
Suasana haru bercampur bahagia terlihat di mata anak-anak yang sebelumnya diliputi rasa takut akibat bencana.
Mereka mulai tersenyum, duduk melingkar sambil menggambar dengan krayon warna-warni.
Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bireuen, Mulyadi, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak penyintas dari sisi kesehatan mental.
“Kami memberikan Psychological First Aid, dukungan psikologis awal agar penyintas merasa tenang, aman, dan tidak sendirian menghadapi situasi ini,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima, Jumat (9/1/2025).
Selain itu, tim juga memberikan respon awal kesehatan mental dan psikososial dengan penilaian cepat terhadap kondisi penyintas.
“Kami juga mengedukasi tentang kesehatan mental, mulai dari mengenali gejala hingga pertolongan pertama pada gangguan mental,” tambahnya.
Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Zudi Rahmanto, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.
“Pendampingan psikososial penting agar penyintas tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mental,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan permainan, cerita, dan interaksi yang menghadirkan kembali tawa anak-anak serta penguatan bagi para ibu rumah tangga.
Dampak bencana di Bireun
Kabupaten Bireuen, Aceh, menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir bandang dan longsor pada akhir 2025.
Ribuan keluarga mengungsi, puluhan desa hilang atau rusak berat, lima warga meninggal dunia, dan kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/trauma-healing-korban-bencana-sumatera-11.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.