Krisis Iklim Berdampak Pada Kualitas Hidup Anak Indonesia
Krisis iklim tidak lagi sekadar isu lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan anak-anak Indonesia.
Rinciannya, di Vietnam sekitar 3 juta pelajar terdampak gangguan pendidikan akibat topan, banjir, dan badai. Di Filipina, 919.000 anak terdampak banjir dan angin kencang sehingga tidak dapat bersekolah.
Di Indonesia, lebih dari 180.700 siswa terpaksa menghentikan kegiatan belajar, dengan lebih dari 2.000 fasilitas pendidikan terdampak banjir. Otoritas setempat masih melakukan pendataan untuk mengetahui skala kerusakan secara menyeluruh.
Baca juga: Buku Climate Action 101: Indonesia’s Guide for Newbies Langkah Nyata Hadapi Krisis Iklim
Sementara di Thailand, hampir 90.500 siswa tidak dapat belajar akibat banjir, dan di Malaysia lebih dari 5.000 siswa mengalami gangguan pendidikan sejak dimulainya musim monsun.
Bagi banyak siswa, gangguan tersebut bukan yang pertama terjadi pada tahun ini. Mereka untuk kedua, ketiga, bahkan keempat kalinya menyaksikan air banjir melahap ruang kelas mereka.
Secara global, UNICEF mencatat sedikitnya 242 juta siswa di 85 negara mengalami gangguan pendidikan akibat peristiwa iklim ekstrem sepanjang 2024, tahun terakhir yang memiliki data global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Layanan-Mobil-Klinik-yang-hadir-di-lokasi-terdampak-banjir-di-Kabupaten-Bireuen.jpg)