Diajak Gabung Partai Gema Bangsa, Ini Jawaban Sudirman Said
Sudirman Said menilai Partai Gema Bangsa sebagai sinyal positif pembaruan demokrasi, desentralisasi, meritokrasi, dan kebangkitan aktivisme politik.
Komitmen untuk memberi ruang lebih besar bagi tokoh-tokoh daerah, termasuk penguatan otonomi fiskal, dinilainya sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mengembalikan meritokrasi sebagai ruh demokrasi, terutama di tengah keresahan generasi muda terhadap praktik nepotisme.
“Kaum muda saat ini sangat risau dengan gejala nepotisme yang memupus harapan mereka yang bekerja secara profesional,” katanya.
Sudirman berharap kehadiran Partai Gema Bangsa tidak sekadar menambah jumlah partai politik peserta pemilu, melainkan mampu menghadirkan pembaruan nyata dalam praktik politik, menghidupkan kembali aktivisme, serta memulihkan kepercayaan publik terhadap demokrasi.
Partai Gema Bangsa secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru nasional. Hal tersebut bergema di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026), bertepatan dengan perjalanan satu tahun perjalanan Partai Gema Bangsa membangun pondasi kelembagaan partai.
Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, dalam pidato deklarasinya menegaskan bahwa partai tersebut lahir dari kegelisahan dan harapan rakyat akan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.
“Hari ini bukan sekadar deklarasi sebuah partai politik. Hari ini adalah pernyataan tekad, suara hati, dan gema perubahan,” kata Rofiq di hadapan ribuan kader dan tamu undangan, Sabtu (17/1).
Rofiq menyampaikan, dalam kurun satu tahun, Partai Gema Bangsa telah berhasil membangun struktur organisasi secara penuh di seluruh Indonesia, dengan terbentuknya 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sudirman-Said-235fgfdhfd.jpg)