Banjir Bandang di Sumatera
Pengungsi Pascabencana Sumatra Turun Jadi 111 Ribu, Satgas Klaim Progres Signifikan
Jumlah pengungsi pascabencana di tiga provinsi wilayah Sumatra terus menurun, total pengungsi kini tersisa 111.788 orang.
Ringkasan Berita:
- Jumlah pengungsi pascabencana di tiga provinsi wilayah Sumatra terus menurun, total pengungsi kini tersisa 111.788 orang.
- Rinciannya, di Sumatera Barat jumlah pengungsi turun dari 10.854 orang pada 24 Januari menjadi 9.040 orang.
- Di Sumatera Utara tercatat 11.085 pengungsi.
- Sementara di Aceh masih tersisa 91.663 pengungsi.
TRIBUNNEWS, JAKARTA - Jumlah pengungsi pascabencana di tiga provinsi wilayah Sumatra terus menurun. Total pengungsi kini tersisa 111.788 orang.
Hal tersebut diungkap oleh Juru Bicara Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatra, Amran saat memberikan informasi perkembangan terkini di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Data terakhir yang kami dapatkan di Posko Satgas, saat sekarang ini untuk pengungsi ada penurunan dari waktu ke waktu terus berkurang,” kata Amran dalam konferensi pers.
Rinciannya, di Sumatera Barat jumlah pengungsi turun dari 10.854 orang pada 24 Januari menjadi 9.040 orang.
Di Sumatera Utara tercatat 11.085 pengungsi. Sementara di Aceh masih tersisa 91.663 pengungsi.
“Jadi total secara keseluruhan pengungsi sampai dengan kemarin itu ada 111.788. Ini ada penurunan jumlah yang terus berkurang dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Baca juga: Tinjau Pengungsi di Aceh Utara, Kasatgas Tito Karnavian Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Cepat
Menurut Amran, penurunan ini terjadi seiring percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).
Untuk Provinsi Aceh, Huntara yang telah selesai dibangun sebanyak 3.248 unit.
Sementara penerima DTH tercatat 9.766 keluarga, dengan 2.559 rekening telah menerima pencairan.
Di Sumatera Utara, dari rencana 962 unit Huntara, sebanyak 557 unit telah selesai.
Penerima DTH tercatat 6.550 keluarga, dengan 1.688 keluarga sudah menerima dana.
Adapun di Sumatera Barat, dari 618 unit Huntara yang direncanakan, sebanyak 476 unit telah selesai.
Penerima DTH sebanyak 2.004 keluarga, dengan 1.685 keluarga telah menerima penyaluran.
Secara total, dari 17.231 unit Huntara yang direncanakan di tiga provinsi, sebanyak 4.281 unit telah selesai dibangun. Sementara DTH yang telah tersalurkan kepada masyarakat mencapai 5.932 keluarga.
Selain hunian, Satgas juga melaporkan perkembangan fasilitas kesehatan terdampak. Total terdapat 280 fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi, terdiri dari 141 unit di Aceh, 67 unit di Sumatera Utara, dan 72 unit di Sumatera Barat.
“Seluruh Faskes, Rumah Sakit dan Puskesmas dalam kondisi fungsional,” kata Amran.
Ia menambahkan, hanya dua Puskesmas di Aceh yang masih memberikan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak-lak di Aceh Tenggara.
Di sektor konektivitas, jalan dan jembatan nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilaporkan telah berfungsi 100 persen. Untuk jalan daerah, Aceh telah berfungsi 90,68 persen, Sumatera Utara 96,89 persen, dan Sumatera Barat 88,2 persen.
Sementara itu, perbaikan jembatan daerah masih terus dikebut dengan progres berbeda di tiap wilayah.
Amran menegaskan, tidak ada batasan waktu penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, penanganan akan dinyatakan selesai ketika seluruh indikator stabilitas daerah telah terpenuhi.
“Tidak ada batasan 4 bulan. Kami akan melihat sampai semuanya tuntas sampai stabil. Ketika semuanya sudah hijau, berarti kondisi daerah tersebut sudah normal,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UPDATE-PASCABENCANA-SUMATRA-DI-Kemendagri.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.