Senin, 8 Juni 2026

Cegah Polarisasi, Guru Besar Komunikasi Politik Minta Ruang Digital Harus Digunakan Secara Kritis 

Prof Umaimah Wahid, M.Si., menegaskan peran penting komunikasi dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun literasi politik masyarakat.

Tayang:
HO/IST
KOMUNIKASI POLITIK - Guru besar komunikasi politik Budi Luhur University (BLU) Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si., saat pengukuhan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa, di Auditorium Grha Mahardika Bujana, Budi Luhur University. 

Ringkasan Berita:
  • Budi Luhur University (BLU) mengukuhkan Prof. Dr. Umaimah Wahid sebagai Guru Besar Komunikasi Politik dan Prof. Dr. Dudi Iskandar sebagai Guru Besar Komunikasi Massa.
  • Ia menekankan pentingnya komunikasi politik dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun literasi politik masyarakat.
  • Mengingatkan agar ruang digital dimanfaatkan secara sehat agar publik lebih kritis, tidak mudah terpolarisasi, dan mampu menyaring informasi secara bertanggung jawab.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru besar komunikasi politik Budi Luhur University (BLU) Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si., menegaskan peran penting komunikasi dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun literasi politik masyarakat.

Hal ini sejalan dengan disertasinya yang berjudul “Media Massa dan Hegemoni Negara terhadap Realitas Perempuan: Analisis Gramscian terhadap Perjuangan Gerakan Affirmative Action Kuota 30 Persen”.

Umaimah menyoroti relasi kekuasaan, media, dan perjuangan representasi perempuan dalam ruang politik.

"Komunikasi politik berperan besar dalam membentuk literasi politik masyarakat," kata Umaimah.

Hal tersebut dikatakan Umaimah usai pengukuhan gelar Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik bersama Prof. Dr. Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa, di Auditorium Grha Mahardika Bujana, Budi Luhur University. 

Menurut Prof. Umaimah, di tengah transformasi media digital, masyarakat banyak belajar politik melalui media.

Sehingga pesan politik yang disampaikan memiliki dampak besar terhadap cara berpikir dan bersikap publik.

"Tantangan hari ini adalah bagaimana ruang digital dimanfaatkan secara sehat, agar masyarakat semakin kritis, tidak mudah terpolarisasi, dan mampu menyaring informasi secara bertanggung jawab," jelasnya

Selain Umaimah, Budi Luhur University mengukuhkan Prof. Dr. Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa.

Dalam sambutannya, Rektor Budi Luhur University Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya, atas pencapaian yang telah dicapai oleh dua guru besar yang berasal dari kampus BLU ini.

"Pencapaian guru besar tentulah tidak mudah. Ini perjalanan panjang yang sangat melelahkan. Masing-masing guru besar tentu punya lika-liku sendiri dan banyak yang berkontribusi dalam pencapaian, mungkin ada stress," ungkap Agus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Budi Luhur Çakti Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc, menyampaikan, pengukuhan Guru Besar ini merupakan momen akademik yang sangat penting. Bukan hanya bagi fakultas, tetapi juga untuk BLU secara keseluruhan.

"Pengukuhan guru besar bukanlah sekedar pencapaian akhir tertinggi, ia juga adalah pengakuan atas proses panjang, yaitu ketekunan berfikir, konsistensi terhadap Tri Dharma serta keberanian intelektual untuk memberi makna bagi zaman," katanya.

Sementara itu, dalam bidang komunikasi massa, Prof. Dr. Dudi Iskandar menekankan pentingnya jurnalisme sebagai informasi publik yang terkonfirmasi, terklarifikasi, dan terverifikasi. 

Pandangan ini tercermin dalam disertasinya berjudul “Representasi Ideologi Kekuasaan dalam Konvergensi Media (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Pemberitaan Kampanye Pemilihan Presiden 2014 di Kompas Grup, Media Grup, dan MNC Grup)”.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved