Profil dan Sosok
Profil Ali Ghufron Mukti, Dirut BPJS Kesehatan yang Tegaskan Layanan Medis Tidak Gratis
Dirut BPJS, Ali Ghufron Mukti, sebut biaya kesehatan tak murah dan masih banyak warga salah paham soal peran BPJS Kesehatan. Berikut profilnya.
Ringkasan Berita:
- Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyatakan, masih banyak masyarakat yang keliru memandang biaya kesehatan, karena dianggap murah padahal sebenarnya tergolong mahal.
- Ghufron mengklaim masih banyak masyarakat yang belum memahami BPJS Kesehatan.
- Profil Ali Ghufron Mukti.
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyatakan, masih banyak masyarakat yang keliru memandang biaya kesehatan, karena dianggap murah padahal sebenarnya tergolong mahal.
"Nah, yang sering salah persepsi, dikira kesehatan itu murah, gratis. Padahal kesehatan itu mahal. Cuma ada yang bayarin, begitu," tutur Ghufron, dalam rapat konsultasi bersama Wakil Ketua DPR di Ruang Rapat Komisi V, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2026), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Ghufron mengklaim masih banyak masyarakat yang belum memahami BPJS Kesehatan.
Ia menekankan bahwa BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik, bukan lembaga bisnis yang berorientasi pada keuntungan.
Selain itu, posisi BPJS Kesehatan berada langsung di bawah Presiden, bukan di bawah kementerian atau lembaga tertentu.
"Nah, memang dananya ini, yang miskin itu diberikan oleh pemerintah, sedangkan yang tidak miskin ya itu urunan, bayar sendiri. Itu kalau yang kerja 1 persen, pemberi kerja 4 persen. Pemerintah sebagai pemberi kerja PNS, itu bayar 4 persen, PNS-nya dipotong 1 persen, seperti itu," jelasnya.
"Nah, jadi umumnya memang diatur di dalam, ada dua undang-undang, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 khusus tentang BPJS. Ini BPJS itu tugasnya umumnya adalah di demand side-nya, sedangkan supply side itu bukan BPJS. Ini orang yang sering salah," sambung Ghufron.
Ia mengatakan, sebanyak 283,87 juta orang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
"Di Jerman saja perlu waktu 127 tahun untuk 85 persen. Di Indonesia ini luar biasa, karena dalam 10 tahun bisa mencapai hampir 99 persen penduduk atau 98 persen, lebih dari 98 persen (tercakup BPJS Kesehatan)," pungkasnya.
Lantas, siapa Ali Ghufron Mukti? Berikut profilnya.
Profil Ali Ghufron Mukti
Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan: Peserta PBI Nonaktif Bisa Aktif Lagi Asalkan Penuhi 3 Syarat Ini
Ali Ghufron Mukti adalah seorang dokter dan akademisi yang lahir di Blitar, Jawa Timur pada 17 Mei 1962.
Ia lulusan S1 Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ghufron menamatkan gelar Magister dari The Department of Tropical Hygiene, Mahidol University, Bangkok, Thailand.
Pada tahun 2000, Ghufron meraih gelar doktor dari Faculty of Medicine, University of Newcastle, Australia.