Rabu, 20 Mei 2026

Hari Pers Nasional

Peran Senyap yang Berdampak Besar, Dahlan Dahi Dinilai Konsisten Dukung Jurnalisme Berkualitas

Dahlan Dahi yang berhasil mengurai konflik panjang dua kubu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menerima penghargaan dari PWI.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com
TERIMA PWI AWARDS - Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network Dahlan Dahi (kiri) menerima PWI Awards 2026 atas jasa-jasanya mewujudkan soliditas dan persatuan kembali PWI. (TribunBanten.com/Adi Chandra) 

Dahlan Dahi, lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 1971. Naluri jurnalis Dahlan Dahi diperoleh saat aktif di media kampus ketika mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Dahlan memulai karier jurnalis profesional pada Surat Kabar Harian Surya, pers daerah milik Kompas Gramedia, pada 1 Januari 1994. Awal era reformasi, euforia demokrasi memungkinkan dengan mudah lahirnya perusahaan penerbitan pers. PT Indopersda Primamedia, menerbitkan tabloid politik Bangkit. Dahlan menjadi koordinator peliputan mengerjakan tabloid Bangkit bersama almarhum Uki M Kurdi, almarhum Achmad Subechi, dan tim lainnya. 

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers 2025-2028, Dahlan Dahi, seusai acara serah terima jabatan (Sertijab) Anggota Dewan Pers 2025-2028 di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers 2025-2028, Dahlan Dahi, seusai acara serah terima jabatan (Sertijab) Anggota Dewan Pers 2025-2028 di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu (14/5/2025). (Tribunnews.com/Fersinanus Waku)

Pada saat konflik Teluk, dan penggulingan Presiden Irak Saddam Hussein, tahun 2003, Dahlan bertugas meliput ke Timur Tengah. Ia reportase untuk koran-koran Persda, seperti Surya (Jatim), Banjarmasin Post dan Metro Banjar (Kalsel), Sriwijaya Post (Sumsel), Serambi Indonesia (Aceh), Pos Kupang (NTT), Bangka Pos, dan Metro Bandung (Jabar).

Juga laporan untuk stasiun televisi TV7.   

Pada kurun waktu bersamaan, Pers Daerah Kompas Gramedia mulai mengembangkan koran merek Tribun, dengan Harian Tribun Kaltim terbit perdana 8 Mei 2003. 

Sepulang tugas di Irak, akhir 2003, Dahlan kemudian mendapat tugas baru bersama Uki M Kurdi mendirikan Surat Kabar Harian Tribun Timur (tribun-timur.com), yang terbit perdana 10 Februari 2004, dan kemudian menjadi Editor in Chief (Pemimpin Redaksi) Tribun Timur, 1 Januari 2009. 

Selanjutnya, karier Dahlan melejit menjadi General Manager Tribunnews, Director of Digital Tribunnews.com, dan Vice President of Entertainment News Kompas Gramedia.

Lalu sejak 1 Juli 2019, Dahlan mendapat amanah menjadi Chief Digital Officer KG Media, membawahi unit media berbasis digital di KG Media yakni Kompas.com, Kompas.TV, Kontan.co.id, Tribunnews. com, Grid Network dan Sonora.id.

Puncaknya, 1 November 2020, ia menjabat Chief Executive Officer  (CEO) Tribun Network. Di bawah kepemimpinan Dahlan, Tribun Network berkembang pesat menjadi media online yang mengelola 70 website dan 21 surat kabar harian, dan kini memiliki kantor di 42 kota tersebar di 37 provinsi. Tribun Nework hadir di semua provinsi Indonesia, minus Papua Pegunungan. Tribun Network merupakan media online dengan jumlah pembaca terbesar di Indonesia  

 

Kilas Balik Konflik PWI 2024-2025 

1. Awal Mula Konflik: Dana Bantuan BUMN (Awal 2024)

•    Konflik dipicu oleh isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Forum Komunikasi Humasa BUMN yang diperuntukkan bagi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

•    Persoalan ini menimbulkan kekisruhan internal antara Ketua Umum PWI (Hendry Ch Bangun) dkk dan Dewan Kehormatan PWI Tedjo Sasongko dkk. 

2. Sanksi Dewan Kehormatan (April 2024) 

•    Dewan Kehormatan PWI menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Hendry Ch Bangun atas persoalan dana tersebut. 

•    Sebaliknya, kubu Hendry memecat Tedjo sebagai Dewan Kehormatan PWI.

3. Ketegangan Berlanjut dan Rapat Pleno (Juni - Juli 2024)

•    Konflik sempat mereda setelah Rapat Pleno Diperluas PWI pada akhir Juni 2024 yang menyepakati penerimaan pengunduran diri beberapa pengurus harian.

Upaya gugat menggugat ke jalur hukum dengan melapor kepada polisi juga dilakukan. 
•    Namun, kekisruhan kembali terjadi menyusul perombakan susunan Dewan Kehormatan dan Pengurus PWI Pusat, yang memicu desakan adanya KLB (Kongres Luar Biasa). 

4. Intervensi Dewan Pers dan Gugatan (Oktober - November 2024)

•    Akibat kekisruhan, Dewan Pers mengambil langkah tegas pada September/Oktober 2024, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW dan menggembok sementara sekretariat PWI.

•    Hendry Bangun merespons dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lainnya pada November 2024. 

5. Rekonsiliasi dan Islah (Mei 2025)

•    Dua tokoh sentral dalam konflik, Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, akhirnya sepakat untuk islah (damai).

•    Kesepakatan ini dimediasi oleh Dewan Pers Dahlan Dahi dan berfokus pada penyatuan kembali PWI. 

6. Menuju Kongres Persatuan (Agustus 2025)

•    Sebagai bentuk akhir dari dualisme, disepakati penyelenggaraan "Kongres Persatuan" PWI yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2025 di Cikarang.

•    Kongres ini bertujuan untuk menyatukan pengurus, menuntaskan laporan pidana/perdata antaranggota, dan memilih pengurus baru. 

7. Akhmad Munir Terpilih (30 Agustus 2025)

•    Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030, pada Kongres Persatuan PWI sekaligus menandai berakhirnya era dualisme. 

•    PWI menyelenggarakan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin 9 November 2026. (domu d ambarita) 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved