Senin, 13 April 2026

Kabinet Prabowo Gibran

Target Bangun 5.000 Desa Nelayan pada 2029, Prabowo: Selama RI Berdiri, Nelayan Tidak Diperhatikan

Presiden RI Prabowo Subianto berjanji, pemerintah akan membantu mengubah nasib para nelayan dengan membangun Desa Nelayan yang lengkap fasilitasnya.

Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden
DESA NELAYAN - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026). Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, pemerintah menargetkan untuk membangun 1.000 Desa Nelayan pada tahun 2026 ini. 

Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) itu juga menegaskan, pemerintah akan memberi dukungan pembiayaan yang longgar melalui perbankan.

Nantinya, segala pembiayaan yang dikeluarkan untuk pembangunan dan operasional dapat dikembalikan kepada bank dan pemerintah oleh koperasi nelayan dengan tenor atau jangka waktu antara 10 hingga 12 tahun.

"Ini semua bukan handout, bukan kita bagi-bagi, ini kita organisir melalui koperasi, semua pengeluaran akan mereka bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah," jelas Prabowo.

"Sekarang sudah ada 100 di berbagai titik, target kita di 2026 ini 1.000, dan pada 2029 nanti 5.000 desa nelayan, yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu, kita kasih kelonggaran, mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka, kita beri kelonggaran, pengembaliannya bisa lebih dari 10 tahun, 11-12 tahun, tidak ada masalah."

Prabowo juga menegaskan Desa Nelayan itu, jika mampu, juga akan diberi kemudahan regulasi dan fasilitas untuk melaksanakan ekspor hasil produksi.

"Nanti, desa-desa itu akan kita beri kebebasan kalau dia mampu, kita akan permudah akses untuk ekspor langsung," kata Prabowo.

"Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan terbang, boleh ekspor langsung, kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi secara mendasar, dan mereka akan menghasilkan protein yang tidak terlalu mahal untuk seluruh rakyat Indonesia."

Desa Nelayan: Program untuk Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan

Desa Nelayan merupakan program pemerintah yang dilaksanakan untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memanfaatkan potensi laut nasional secara berkelanjutan.

Melalui program Desa Nelayan, pemerintah berupaya menghadirkan solusi nyata bagi pemberdayaan komunitas nelayan di seluruh Tanah Air.

Dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025, di Hotel The St. Regis pada Rabu (15/10/2025) lalu, Presiden RI Prabowo Subianto pernah menyebut, belum ada program peningkatan kesejahteraan nelayan yang efektif. 

“Jadi pada dasarnya, dalam 80 tahun sejarah Indonesia, belum ada program yang benar-benar efektif untuk memberdayakan komunitas nelayan kami. Dan inilah yang sedang kami coba lakukan,” ujar Prabowo, dikutip dari laman setkab.go.id.

Ia menjelaskan, program Desa Nelayan dimulai dengan proyek percontohan yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI. 

Salah satu model yang dikembangkan disebut Fishing Village Project yaitu desa dengan sekitar 2.000 nelayan yang direorganisasi dan difasilitasi dengan infrastruktur memadai.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved