Kelompok Bersenjata di Papua
Profil Elkius Kobak, Pimpinan Batalion Kanibal dan Semut Merah, Terduga Pelaku Penembakan Smart Air
Berikut profil Elkius Kobak, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata Yahukimo, Papua yang diduga menjadi dalang penembakan pesawat Smart Air.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berikut profil Elkius Kobak, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo, Papua.
Ia dikenal sebagai tokoh yang memimpin dua kelompok bersenjata yang disebut Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah.
Kedua batalion ini bukan bagian dari militer resmi, melainkan kelompok bersenjata yang sering dikaitkan dengan aksi kekerasan di Papua.
Batalion Kanibal & Semut Merah
- Batalion Kanibal: kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo, dikenal dengan aksi penyerangan terhadap aparat maupun warga sipil.
- Batalion Semut Merah: kelompok lain di bawah komando Elkius Kobak, juga aktif dalam aksi penembakan dan gangguan keamanan.
- Kedua batalion ini disebut aparat sebagai bagian dari jaringan KKB yang bertanggung jawab atas sejumlah insiden, termasuk penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Papua Selatan (Februari 2026).
Profil Elkius Kobak
Elkius Kobak memang dikenal sebagai salah satu pimpinan KKB yang menyandang pangkat brigadir jenderal.
Kini, ia disebut menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo, Papua Selatan.
Kelompok pimpinan Elkius Kobak memang dikenal telah banyak melakukan teror.
Terakhir, mereka melakukan penembakan terhadap seorang warga sipil bernama Indra Guru Wardana pada 21 September 2025 lalu.
Dikutip dari Tribun Papua, Indra ditembak oleh KKB pimpinan Elkius Kobak di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Bahkan, rumah Indra turut dibakar oleh para pelaku.
Tak cuma masyarakat sipil, kelompok Elkius Kobak turut melakukan penyerangan terhadap prajurit TNI.
Korbannya bernama Serka Segar Mulyana yang merupakan personel Kodim 1715/Yahukimo.
Ia gugur setelah ditembak dan dibacok oleh anggota kelompok Elkius Kobak di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada 16 Juni 2025 lalu.
Adapun saat kejadian, Serka Segar sedang bertugas untuk mengantarkan obat kepada rekannya.
"Korban mengalami sejumlah luka bacok pada bagian tubuhnya serta luka tembak di dada. Saat ini korban telah dievakuasi ke Jayapura," ungkap Kaops Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani.
Selain prajurit TNI, kelompok Elkius Kobak turut melakukan pembunuhan terhadap polisi berpangkat Bripda bernama Oktovianus Buara pada April 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sosok-Elkius-Kobak.jpg)