Sabtu, 11 April 2026

Ketua BEM UGM Diteror

Daftar Teror yang Diterima Ketua BEM UGM hingga Ketua dan Wakil Ketua BEM UI

Tak hanya Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, teror juga pernah dialami oleh Ketua dan Wakil Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra. 

HO/IST/TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy/Instagram/tiyoardianto_
TEROR KETUA BEM - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof Ma'shum Imawan-Fathimah AzzahrAza mengaku mendapat teror pembunuhan. Tak hanya Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, teror juga pernah dialami oleh Ketua dan Wakil Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra. 

 

Ketua BEM UGM Diteror Via Pesan Singkat

Sebelumnya diberitakan, Tiyo Ardianto mendapat teror melalui aplikasi Whatsapp dari nomor asing.

Pesan tersebut terus-menerus masuk, berisi: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.

Baca juga: Heboh di Yogya: Ketua BEM UGM Diteror, Seniman Tarik Album Cita-Citaku dari Peredaran

Pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda.

Pertama kali, teror itu diterima Tiyo pada Senin (9/2/2026).

Ada sekitar enam nomor asing yang terus menghubunginya, namun tidak ditanggapi.

 

Ketua BEM UGM Dikuntit Orang Berbadan Tegap

Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan.

Sayangnya, dua sosok bertubuh tegap itu hilang ketika dikejar.

HEBOH DI YOGYA - DIY diguncang dua peristiwa: Ketua BEM UGM diteror usai kritik kasus NTT, dan album Gandhi Sehat ditarik dari peredaran
HEBOH DI YOGYA - DIY diguncang dua peristiwa: Ketua BEM UGM diteror usai kritik kasus NTT, dan album Gandhi Sehat ditarik dari peredaran (HO/IST)

 

Kirim Surat ke UNICEF

Teror itu diterima pascaBEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026). 

Surat itu dikirimkan karena melihat ironi di Tanah Air.

Kala itu seorang anak di Ngada, NTT, memilih untuk mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pulpen dan buku.

Padahal negara hendak menggelontorkan Rp16,7 triliun untuk iuran keanggotaan Board of Peace (BoP) besutan Donald Trump. 

Pemerintah juga menggelontorkan dana Rp1,2 triliun per hari untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang tahun ini. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved