Rabu, 6 Mei 2026

Golkar Soroti Kunjungan Presiden ke AS, Singgung Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Golkar menyoroti kunjungan Presiden ke AS sebagai bagian dari implementasi politik luar negeri bebas aktif yang dinilai strategis dan terukur.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Tangkapan layar Instagram @sekretariat.kabinet
PRABOWO DI AS - Presiden RI Prabowo Subianto telah tiba di Amerika Serikat (AS) pada Selasa siang waktu setempat, 17 Februari 2026. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC. 
Ringkasan Berita:
  • Partai Golkar menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke AS merupakan bagian dari implementasi politik luar negeri bebas aktif yang strategis dan terukur.
  • Wakil Ketua Umum Golkar, Idrus Marham, menyebut pendekatan diplomasi Prabowo sebagai “mengalir tetapi tidak hanyut,” artinya adaptif terhadap dinamika global namun tetap berpegang pada kepentingan nasional.
  • Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, menginstruksikan seluruh kader untuk mendukung penuh kebijakan luar negeri Presiden.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar menyoroti kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington, DC, Amerika Serikat, sebagai bagian dari implementasi politik luar negeri bebas aktif yang dinilai strategis dan terukur.

Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham menegaskan, langkah kepala negara tersebut mencerminkan pendekatan diplomasi yang “mengalir tetapi tidak hanyut” dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

“Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Presiden itu ibarat mengalir tetapi tidak hanyut. Artinya adaptif terhadap dinamika global, tetapi tetap kokoh pada kepentingan nasional,” kata Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Idrus menyampaikan bahwa Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah menginstruksikan seluruh kader partai untuk memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan luar negeri presiden.

“Ketua Umum sudah menginstruksikan agar seluruh kader Golkar mendukung penuh kebijakan politik luar negeri Presiden. Ini bukan hanya tepat secara konseptual, tetapi efektif secara strategis dalam kerangka kepentingan nasional jangka panjang,” katanya.

Menurut Idrus, dalam perspektif diplomasi negara menengah, kebijakan tersebut mencerminkan rasionalitas strategis untuk memaksimalkan otonomi kebijakan luar negeri tanpa mengorbankan stabilitas sistem internasional.

“Kalau ada deviasi terhadap kepentingan nasional, kami yakin Presiden akan mengambil posisi korektif secara tegas. Nasionalismenya berbasis kepentingan negara, bukan kalkulasi politik jangka pendek,” ucapnya.

Idrus menjelaskan bebas aktif bukan sekadar netralitas, melainkan strategi diplomatic hedging yang memungkinkan Indonesia membangun relasi multipolar secara simultan.

“Bebas aktif itu bukan berarti diam di tengah. Ini strategi membangun komunikasi dengan berbagai kekuatan global, tetapi tetap menjaga preferensi normatif dan kepentingan domestik. Itulah makna ‘mengalir tetapi tidak hanyut’,” ucapnya.

Presiden Prabowo bertolak ke Washington pada Senin (16/2/2026) didampingi Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, guna membahas penguatan hubungan kedua negara serta kerja sama strategis di berbagai sektor.

Selain pertemuan bilateral, Presiden juga diagendakan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian untuk Gaza (Board of Peace/BoP) serta menandatangani kesepakatan terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat.

Golkar menilai agenda tersebut menunjukkan konsistensi presiden dalam memperjuangkan kepentingan nasional di forum global.

“Keikutsertaan Presiden dalam berbagai forum internasional bukan sekadar simbol diplomasi, tetapi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik global,” ucap Idrus.

Idrus menjelaskan, stabilitas dukungan politik domestik menjadi faktor penting dalam keberhasilan diplomasi internasional.

“Dalam praktik hubungan luar negeri, legitimasi internal yang kuat akan memperkuat posisi tawar Presiden ketika berhadapan dengan negara besar, baik dalam isu perdagangan, pertahanan, maupun stabilitas kawasan,” ujarnya.

Menurut Idrus, penguatan politik bebas aktif semakin relevan di tengah rivalitas kekuatan besar dan transformasi ekonomi dunia. 

Indonesia, kata Idrus, berpeluang memainkan peran sebagai jembatan dialog antarblok sekaligus penggerak stabilitas regional, khususnya di kawasan ASEAN.

“Dengan dukungan politik domestik yang solid, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai kekuatan menengah berpengaruh di Indo-Pasifik. Diplomasi yang tegas dan terukur akan menjaga kedaulatan nasional sekaligus meningkatkan daya tawar global,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo akan menghadiri acara di Amerika Serikat pada 19 Februari mendatang. Salah satu agenda yang akan dihadiri Presiden yakni, penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff atau tarif impor yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Doland Trump.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (11/2/2026).

"Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff," ujar Airlangga.

Airlangga belum mau mengungkapkan berapa besaran tarif impor yang disepakati Indonesia-AS untuk kemudian diteken Presiden Prabowo Subianto. Menurut Airlangga angka pasti tarif impor menunggu hari penandatanganan.

"Kan kita sudah turun dari (tarif) 32 ke 19(persen), kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," tuturnya.

Untuk diketahui dalam kunjungannya ke AS, nanti Presiden Prabowo Subianto juga direncanakan hadir dalam pertemuan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Indonesia telah menerima undangan pertemuan tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved