Dewan Perdamaian
Pengamat: Wadan ISF dari TNI Harus Mampu Bekerja Standar NATO dan Paham Transisi Pascakonflik
Fahmi memandang setidaknya ada tiga kualifikasi yang perlu dimiliki Wadan ISF dari perwira tinggi TNI.
Kedua, harus mampu menjadi "jembatan komunikasi" yang efektif.
Hal itu karena, menurut Fahmi, sosok tersebut akan menjembatani komando dari AS dengan kontingen negara-negara mayoritas muslim seperti Maroko dan Kazakhstan, negara tetangga Mesir dan Yordania, serta masyarakat lokal Gaza.
"Mengingat mandat ISF adalah stabilisasi dan fasilitasi pemerintahan sipil, sosok ini tidak boleh hanya berorientasi tempur, melainkan memahami transisi dari pasca-konflik menuju pemulihan sipil agar kegagalan operasi perdamaian di masa lalu tidak terulang di Gaza," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Trump-Teken-Perjanjian_1.jpg)