Rabu, 6 Mei 2026

Diduga Langgar Etik Hakim, Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna Dilaporkan ke MKMK

Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), I Dewa Gede Palguna diadukan Forum Mahasiswa Indonesia (FORMASI)

Tayang:
Tribunnews/Ibriza
DILAPORKAN - Potret Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna. Palguna diadukan Forum Mahasiswa Indonesia (FORMASI) ke MKMK atas dugaan pelanggaran kode etik hakim. 
Ringkasan Berita:
  • Palguna dilaporkan ke MKMK atas dugaan pelanggaran etik
  • Palguna sempat mengira laporan yang dibuat salah alamat
  • Palguna siap hadapi laporan yang dibuat forum mahasiswa Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), I Dewa Gede Palguna diadukan Forum Mahasiswa Indonesia (FORMASI).

Palguna diduga melanggar kode etik perilaku hakim konstitusi.

Ia dilaporkan ke perangkat yang ia pimpin sendiri, yakni MKMK.

Aduan tersebut sudah diterima MKMK.

"Sudah diterima Sekretariat MKMK tanggal 18 Februari," kata Ketua Sekretariat MKMK, Fajar Laksono saat dihubungi, Sabtu (21/2/2026).

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Palguna sempat mengira laporan itu salah alamat.

Baca juga: Pelapor Adies Kadir Sindir DPR: Cacing Kepanasan, Takut MKMK Tegak Lurus

"Kemarin saya memang sudah menerima kabar ini dari sekretariat. Namun, karena konon yang dilaporkan 'Hakim Konstitusi' I Dewa Gede Palguna, ya saya pikir itu salah alamat," kata  Palguna.

Namun begitu ia menegaskan akan menghadapi apapun yang ditujukan padanya.

Termasuk aduan dugaan pelanggaran etik.

Baca juga: DPR Dinilai Lewati Batas Karena Intervensi MKMK Tangani Dugaan Etik Hakim Adies Kadir

"Ya tentu harus saya hadapi dengan jiwa besar dan rendah hati. Ini adalah risiko pekerjaan," ucapnya.

Dalam keterangannya, FORMASI menegaskan ihwal sikap dan tindakan Palguna dalam menjalankan fungsinya sebagai Ketua MKMK telah melampaui batas kepatutan etis jabatan.

Serta memperlihatkan kecenderungan personalisasi otoritas yang tidak selaras dengan nilai independensi kehakiman.

5 Poin Aduan Forum Mahasiswa Indonesia

Berikut sejumlah poin aduan FORMASI:

1. Palguna dinilai secara terbuka memberikan komentar dan kritik keras terhadap lembaga negara lain, khususnya Badan Legislasi DPR RI, di luar forum resmi. 

Salah satu bukti yang dilampirkan adalah pernyataan beliau yang menyebut revisi UU MK sebagai "gangguan terbesar dalam sejarah" dalam diskusi daring Mei 2024. 

2. Sebagai Ketua MKMK, Palguna membeberkan detail absensi Hakim Anwar Usman kepada publik dalam laporan tahunan 2025.

Tindakan ini dianggap melanggar prinsip kerahasiaan internal dan kolegialitas karena dilakukan sebelum adanya mekanisme penyelesaian internal yang final. 

3. Palguna kedapatan menggunakan pernyataan emosional seperti "hati saya remuk" saat menyikapi kondisi MK, yang dinilai tidak objektif bagi seorang penjaga etik. 

4. Formasi menyoroti ketegangan pada Februari 2026 di mana Palguna menyatakan lebih baik diberhentikan daripada membuka substansi laporan etik tertentu saat Rapat Dengar Pendapat dengan DPR. 

5. Formasi mengingatkan kembali pemeriksaan terlapor oleh Dewan Etik pada tahun 2017 terkait kasus suap Patrialis Akbar sebagai catatan dalam rekam jejak integritasnya. 

"FORMASI menuntut MKMK untuk segera melakukan pemeriksaan etik secara menyeluruh dan transparan, serta menjatuhkan sanksi yang adil guna menjaga wibawa kekuasaan kehakiman," sebagaimana tertuang dalam keterangan resmi FORMASI.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved