Selasa, 5 Mei 2026

Dewan Perdamaian

Survei Median: 50,4 Persen Publik Tidak Setuju Indonesia Gabung Dewan Perdamaian

Rico Marbun mengatakan responden juga ditanya seberapa optimis bahwa BoP akan membantu dalam perjuangan rakyat Palestina.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hasanudin Aco
Dok White House
DEWAN PERDAMAIAN - Momen Presiden Prabowo Subianto menjabat tangan Presiden AS Donald Trump usai peresmian Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi AS di Swiss pada Kamis (22/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian besutan Donald Trump masih menuai pro dan kontra.
  • Untuk itu Lembaga Survei Media melakukan survei untuk memperoleh peta opini publik khususnya pengguna media sosial
  • Hasilnya 50.4 persen yang tidak setuju Indonesia bergabung dengan Board of Peace.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia telah resmi bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian besutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Indonesia bahkan turut berkomitmen untuk mengirim ribuan pasukan perdamaian ke Gaza dan akan membayar iuran sekitar 1 milyar dolar AS (sekitar Rp 17 triliun).

Hal ini memicu pro dan kontra di tengan masyarakat, kendati pemerintah beralasan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kritik dari berbagai tokoh dan organisasi direspon dengan cepat oleh presiden dengan mengumpulkan dan berdialog langsung dengan para tokoh namun pro dan kontra masih terus bermunculan.

"Oleh karena itu untuk memperoleh peta opini publik khususnya pengguna media sosial, Median melakukan survei terkait  ini," ujar Rico Marbun, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), dalam paparan hasil survei bertajuk "Persepsi Publik Terhadap Keanggotan Indonesia dalam Board of Peace (BoP)", Senin (23/2/2026).

Dalam rentang waktu pengambilan data, Survei Median menemukan ada 78.8 persen responden yang tahu adanya Dewan Perdamaian atau Board of Peace dengan berbagai level ‘awareness’

Namun dari 78.8 persen yang tahu, ternyata hanya 31.2% yang tahu dengan dengan detail.

"Sementara ada 47.6% yang tahu atau pernah mendengar tapi tidak tahu detailnya," ujar Rico Marbun.

Sementara itu ada lebih banyak 50.4% yang tidak setuju Indonesia bergabung dengan Board of Peace.

Sebanyak 34.8% yang setuju dan 14.8% yang belum menententukan sikap.

Tiga  besar alasan yang setuju Indonesia Board of Peace adalah :

  1.  Untuk Palestina merdeka (15%)
  2. Perkuat posisi Indonesia di dunia internasional (10.2%)
  3. Upaya perdamaian dunia (9.2%)

Tiga besar alasan yang tidak setuju  Indonesia gabung Board of Peace ialah:

  1. Ini adalah upaya Amerika & Israel kuasai Gaza 14.6%
  2. Pemborosan uang bila setor Rp 17 triliun 9.6%
  3. Palestina belum merdeka 6.8%

"Sementara itu 66.2% responden kuatir bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace akan lemahkan perjuangan Indonesia untuk Palestina. Sementara 20.5% tidak kuatir," ujar Rico Marbun.

Rico Marbun mengatakan responden juga ditanya seberapa optimis bahwa BoP
akan membantu dalam perjuangan rakyat Palestina.

"Ternyata 43.6% mengatakan tidak akan banyak membantu, sementara 40.4%
mengatakan keberadaan BoP akan membantu perjuangan Palestina," katanya.

Temuan hasil survei lainnya:

  • 67.7% responden setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa Board of Peace hanya akan menguntungkan Amerika & Israel. Sementara ada 27.5% yang tidak setuju dengan pendapat tersebut.
  • 73.3% tidak setuju bila Indonesia membayar 1 milyar dollar atau sekitar 17 triliun rupiah untuk keanggotaan Board of Peace dan 23.1% setuju.
  • 55.7% percaya pemerintah Indonesia tetap konsisten bela Palestina meski telah gabung Board of Peace. Sementara 31,7% tidak percaya pemerintah Indonesia tetap konsisten bela Palestina.
  • 40.8 persen berpendapat sebaiknya Indonesia perlu mempertimbangkan kembali keanggotaannya di Board of Peace bila ternyata tidak menguntungkan Palestina.
  •  36.1 persen berpendapat sebaiknya Indonesia langsung keluar dari Board of peace bila tidak menguntungkan Palestina.
  •  20.3 persen berpendapat sebaiknya Indonesia tetap bertahan di Board of Peace meski tidak menguntungkan Palestina.
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved