Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Jaksa Cecar Harga Jual Laptop Chromebook Lebih Murah Daripada HPP: Logis Enggak?
Jaksa mempertanyakan soal harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia lebih murah daripada harga pokok penjualan (HPP).
Ringkasan Berita:
- Direktur Utama PT Hewlett-Packard Indonesia (HP), Juliana, mengungkap harga pokok penjualan (HPP) Chromebook Rp3,65 juta, tetapi dijual ke distributor Rp3,4 juta (di luar PPN).
- Jaksa mempertanyakan logika bisnis tersebut karena harga jual lebih rendah dari biaya produksi, sementara saksi menyebut data itu sesuai catatan sistem internal perusahaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) mempertanyakan soal harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada harga pokok penjualan (HPP).
Bahkan, jaksa yang keheranan mempertanyakan logis atau tidaknya harga jual laptop lebih murah daripada HPP.
Hal ini disampaikan jaksa kepada Juliana selaku Direktur Utama PT HP, yang dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Sidang lanjutan ini digelar untuk terdakwa, yakni Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, serta Ibrahim Arief alias Ibam selaku tenaga konsultan.
Pantauan Tribunnews.com di ruang sidang Hatta Ali sekira pukul 13.00 WIB, Juliana merupakan satu dari sembilan saksi yang dihadirkan dalam persidangan.
Dalam persidangan, Juliana awalnya mengatakan PT HP hanya menjual laptop Chromebook pada 2021.
Dia mengatakan harga HPP laptop tersebut Rp 3,6 juta.
"Tapi sampai sekarang ada jual Chromebook sampai puluhan ribu itu?" tanya jaksa.
"Seperti yang saya sudah sampaikan, kami menjual Chromebook di tahun 2021," kata Juliana.
"Hanya itu saja? 2022 tidak?" tanya jaksa.
"2021," jawab Juliana.
"Harga HPP-nya berapa?" tanya jaksa.
"HPP sendiri kita Rp 3.651.234 sebelum PPN," jawab Juliana.
Selanjutnya, Juliana menjelaskan, harga jual laptop dari perusahaannya ke distributor senilai Rp 3,4 juta di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Keterangan Jualiana ini direspons oleh jaksa yang keheranan karena menilai harga jual yang lebih murah daripada harga HPP tidak logis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mulyatsyah-selaku-Direktur-SMP-Kemendikbudristek-2020.jpg)