Kemhan: 4.000 ASN yang Ikut Pelatihan Komcad Akan Diseleksi dan Tak Ada Unsur Paksaan
Rencana pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) sebanyak 4.000 orang ASN tetap dilaksanakan sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun Tahun 2019.
Ringkasan Berita:
- Rencana pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) sebanyak 4.000 orang ASN tetap dilaksanakan sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun Tahun 2019.
- Pelatihan yang akan digelar pada April 2026 itu bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan sebagaimana bunyi undang-undang.
- Mereka yang akan mengikuti pelatihan akan menjalani seleksi lebih dulu agar dapat dipastikan sehat dan tidak ada kondisi fisik yang membatasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertahanan menegaskan rencana pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) sebanyak 4.000 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap dilaksanakan sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara (UU PSDN).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan pelatihan yang akan digelar pada April 2026 itu bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan sebagaimana bunyi undang-undang.
"Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garis bawahi. Syarat-syaratnya adalah sukarela. Sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada," kata Rico saat dikonfirmasi pada Rabu (25/2/2026) malam.
Selain bersifat sukarela, Rico menegaskan mereka yang akan mengikuti pelatihan juga akan menjalani seleksi lebih dulu.
Tujuannya, kata Rico, agar mereka dapat dipastikan sehat dan tidak ada kondisi fisik yang membatasi.
"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," ucapnya.
Baca juga: 4.000 ASN Bakal Digembleng Latihan Komcad Dua Bulan Mulai April
Rico menjelaskan saat ini proses tersebut sudah masuk tahap registrasi dan pendaftaran.
Pada prinsipnya, jelas Rico, Kementerian Pertahanan hanya akan menentukan kuota jumlah orang yang dibutuhkan dari masing-masing 49 kementerian dan lembaga yang ada.
Kuota tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki kementerian dan lembaga tersebut.
"Biasanya akan ditentukan dari, misalnya satu kementerian A jumlahnya 1.000, kementerian B jumlahnya 500, maka kuotanya dari kementerian A ya mungkin hanya 50 orang, kementerian B hanya 10 orang," kata dia.
Pelatihan itu, kata Rico, akan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan tiap gelombangnya sebanyak 2 ribu orang.
Tiap gelombang akan dilaksanakan selama satu setengah bulan.
"Nanti pelaksanaannya di daerah-daerah satuan-satuan militer yang ada di wilayah Jakarta. Kita akan kabarkan kembali untuk lokasi tempat kegiatannya," pungkasnya.
Insentif Karier Perlu Diperhatikan
Pengamat militer sekaligus Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas memandang terdapat dua hal utama yang perlu mendapatkan atensi terkait hal itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/laman-pendaftaran-komcad-2023-755.jpg)