Sabtu, 13 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Usai MUI, Giliran Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Minta PBB Jatuhkan Sanksi Tegas

Muhammadiyah mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran yang dilakukan pada Sabtu pekan lalu hingga saat ini. Muhammadiyah minta PBB beri sanksi.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Muhammadiyah mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) hingga saat ini.
  • Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mendesak agar PBB menjatuhkan sanksi tegas terhadap kedua negara itu.
  • Muhammadiyah pun membela serangan balik Iran ke pangkalan militer AS dan Israel karena dibenarkan berdasarkan hukum internasional.
  • Sebelumnya, MUI turut mengecam serangan AS dan Zionis ke Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Muhammadiyah mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) dan terus berlanjut hingga Senin (2/3/2026), hari ini.

Muhammadiyah menegaskan seangan tersebut sebagai wujud pelanggaran HAM dan pengabaian segala keputusan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian pernyataan Muhammadiyah dikutip dari laman resminya, Senin.

Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu juga mendesak agar PBB memberikan sanksi tegas kepada AS dan Israel pasca serangan tersebut.

"Kami menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata," ujarnya.

Baca juga: Konflik AS-Iran Berdampak ke Indonesia, BRIN: Politik Bebas Aktif Indonesia Akan Diuji

Selain itu, Muhammadiyah juga meminta Iran dan negara-negara Arab lainya untuk menahan diri dan mengedepankan dialog agar konflik di Timur Tengah tidak terus terjadi.

"Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut, Muhammadiyah mengajak seluruh elemen di dunia untuk mengecam segala bentuk ketidakadilan dan tindakan semena-mena yang mengakibatkan kehancuran peradaban di muka bumi.

"Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," tuturnya.

Muhammadiyah turut mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei imbas serangan AS dan Israel.

"Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran."

"Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab," pungkasnya.

MUI juga Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran

Kecaman serupa juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan menyebut serangan AS dan Israel ke Iran bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan UUD 1945.

Baca juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Nasib Stok BBM Jelang Lebaran

MUI pun mendukung serangan balasan Iran yang menyasar pangkalan militer AS dan Israel karena dibenarkan oleh hukum internasional.

"Karena itu untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan Pasal 2 ayat 4 Deklarasi PBB," kata MUI pada Minggu (1/3/2026) dikutip dari MUI Digital.

MUI memandang jika saling serang antara ketiga negara tersebut tidak dihentikan, maka berpotensi akan menyeret konflik lebih luas dengan melibatkan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

Oleh karena itu, MUI mengajak negara-negara lain untuk mewujudkan perdamaian maksimal demi memberi perlindungan yang pasti terhadap warga sipil.

"Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil," tegasnya. 

MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia agar terus melakukan qunut nazilah secara sungguh-sungguh berdoa dalam shalat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia. 

"MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang akan mendatangkan kemudhorotan global," kata MUI.

Baca juga: Pemimpin Iran Ali Kahamenei Tewas, Araghchi Surati PBB: Pelanggaran Berat Hukum Internasional

Lebih lanjut, MUI meminta agar pemerintah Indonesia memutuskan untuk keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) buatan Presiden AS, Donald Trump pasca adanya serangan ke Iran oleh AS dan Israel.

Pasalnya, AS yang menyatakan sebagai pihak sentral atas pengelolaan konflik di Gaza dan Palestina secara keseluruhan justru melakukan serangan mendadak ke Iran.

Sehingga, MUI berpikiran bahwa BoP kini sudah tidak efektif sebagai organisasi yang mewujudkan kemerdekaan bagi Palestina.

"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina," kata MUI.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved