Selasa, 9 Juni 2026

Mudik Lebaran 2026

Kapolri Minta Anggotanya Waspadai Bottleneck di Tol Trans Jawa hingga Pasar Tumpah Saat Mudik 2026

Kapolri meminta jajarannya mewaspadai titik-titik penyempitan jalur atau bottleneck di Tol Trans Jawa saat arus mudik Lebaran 2026.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Dok. POLRI
KAPOLRI - Potret Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Iameminta jajarannya mewaspadai titik-titik penyempitan jalur atau bottleneck di Tol Trans Jawa dan Pantura saat mudik Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolri  menyoroti hambatan di jalan arteri seperti pasar tumpah di beberapa daerah yang membuat kepadatan arus lalu lintas saat arus mudik Lebaran 2026
  • Kapolri meminta jajarannya mewaspadai titik-titik penyempitan jalur di Tol Trans Jawa dan Pantura yang bisa berdampak kemacetan saat arus mudik Lebaran 2026
  • Kapolri minta  anggotanya antisipasi bencana alam di titik-titik rawan, terutama terkait potensi banjir rob yang dapat memutus akses jalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya mewaspadai titik-titik penyempitan jalur atau bottleneck di Tol Trans Jawa dan Pantura yang bisa berdampak kemacetan saat arus mudik Lebaran 2026.

Hal tersebut disampaikan Sigit ketika memimpin rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK, Jakarta pada Senin (2/3/2026).

"Untuk jalur Tol Trans Jawa-Pantura, masih terdapat bottleneck di beberapa titik, mungkin bisa dibaca. Kemudian pengoperasian tol yang fungsional, tentunya ini juga perlu dioptimalkan," ucap Sigit.

Selain jalan tol, Sigit juga menyoroti hambatan di jalan arteri seperti pasar tumpah di beberapa daerah yang membuat kepadatan arus lalu lintas.

"Kemudian juga gangguan-gangguan yang lain seperti tadi disampaikan ada pasar tumpah,” ujarnya.

Baca juga: Kapolri Ungkap Jam Rawan Kecelakaan saat Arus Mudik Lebaran, Soal Jaga Jarak Jadi Penyebab Utama

Selain itu, faktor cuaca juga diprediksi masih ekstrem hingga Maret 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi keamanan pemudik.

“Kemudian potensi terjadinya kerusakan akibat hujan yang kemudian membuat pohon tumbang dan sebagainya," tuturnya.

Untuk itu, Sigit menekankan kepada anggotanya soal antisipasi bencana alam di titik-titik rawan, terutama terkait potensi banjir rob yang dapat memutus akses jalan.

Baca juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Mulai Perbaiki Ratusan Titik Jalan Tol Jakarta-Cikampek

"Potensi rawan bencana yang tentunya juga harus dipertimbangkan untuk mempersiapkan jalur-jalur yang kemudian harus diantisipasi manakala terjadi rawan banjir rob," tukasnya.

Operasi Ketupat 2026

Sebelumnya, Polri bersama stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk memantau dan mengamankan arus mudik lebaran.   

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut akan dilakukan mulai 13-25 Maret 2026 dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.

"Operasi terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026. Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," kata Dedi dalam konferensi pers di sela-sela rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi di PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Nantinya dalam operasi tersebut, Polri telah menyiapkan skema pengamanan khususnya kelancaran arus lalu lintas ke sejumlah daerah yang menjadi lokasi pemudik.

Adapun sejumlah skema yang akan dilakukaj mulai dari one way, ganjil genap dan lain sebagainya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

"Ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan. Selain itu juga, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi," tuturnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved