Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Cara Trump Akhiri Konflik Lewat Perang Dinilai Mengkhawatirkan, Dino Patti: Bisa Picu Perang Dunia 3

Dino Patti Djalal, menilai perang antara koalisi Israel dan Amerika Serikat melawan Iran semakin mengkhawatirkan, perang dunia bisa pecah

Tayang:
Editor: Nuryanti
Dok White House
PRESIDEN AMERIKA SERIKAT - Foto yang dirilis Gedung Putih menampilkan Presiden Donald Trump berbicara kepada anggota media di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada 20 Januari 2026. Donald Trump memerintahkan pemerintah AS membuka arsip tentang UFO dan kehidupan alien 

Ringkasan Berita:
  • Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal menyampaikan kekhawatirannya terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump
  • Menurutnya, gaya menyelesaikan masalah dengan perang dan kekerasan ini sangat berbahaya sekali bagi stabilitas dan perdamaian internasional
  • Perang dapat membuat dunia bergejolak hingga bisa terjerumus dalam perang dunia ketiga

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, menilai perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran menunjukkan tren politik global yang semakin mengkhawatirkan.

Ia menyoroti kecenderungan penggunaan kekuatan militer sebagai jalan utama dalam menyelesaikan perselisihan internasional.

Melalui akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, Minggu (1/3/2026), Dino menyampaikan kekhawatirannya terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

"Serangan militer terhadap Iran menandakan adanya suatu tren yang mengkhawatirkan di Amerika Serikat bahwa segala perselisihan yang tidak sesuai dengan kemauan Trump akan diselesaikan dengan cara perang atau kekerasan," ujar Dino.

Menurutnya, cara-cara ini sangat mengancam stabilitas negara lingkup internasional.

"Pendekatan seperti ini sangat berbahaya sekali bagi stabilitas dan perdamaian internasional," lanjut Dino.

Ia pun tak membenarkan aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sekalipun perundingan antara mereka tak berhasil.

"Mengapa? Karena kalau aksi intervensi ugal-ugalan seperti ini dilakukan oleh negara-negara lain dalam konteks yang berbeda juga, maka dunia akan segera terjerumus dalam perang dunia ketiga," tegas Dino.

Dino juga menggarisbawahi bahwa dalam konflik ini, Iran adalah pihak yang diserang, bukan pihak yang terlebih dahulu menyerang Amerika Serikat atau Israel.

Dino menilai penggunaan kekuatan militer secara agresif bukan hanya meningkatkan eskalasi konflik, tetapi juga mempersempit ruang diplomasi yang seharusnya menjadi instrumen utama dalam menyelesaikan sengketa antarnegara.

Ia melihat pola tersebut sebagai kemunduran dalam praktik politik global modern yang selama ini berupaya mengedepankan dialog dan kerja sama multilateral.

Baca juga: Posisi Indonesia di Tengah Konflik Iran-AS-Israel, Dino Patti Djalal: Upaya Mediasi Tidak Realistis

Sebagai diplomat senior dan pengamat hubungan internasional, Dino menekankan bahwa penyelesaian sengketa melalui dialog, negosiasi, serta mekanisme lembaga internasional jauh lebih konstruktif, alih-alih pendekatan koersif berbasis kekuatan militer.

Jika tren penggunaan perang sebagai alat penyelesaian konflik terus berlanjut, ia khawatir tatanan internasional akan semakin rapuh.

Tak Bawa Keuntungan Manapun

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, mengatakan pecahnya konflik Iran vs Amerika Serikat-Israel, tidak akan membawa keuntungan bagi pihak mana pun. 

"Setiap perang pasti tidak ada keuntungan. Baik yang menyerang maupun yang diserang, yang ada pasti kerugian dan korban," kata Ali saat ditemui di Kediri, Senin (2/3/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved