Kamis, 21 Mei 2026

Pertanian: Tulang Punggung Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Stabilitas Sosial ASEAN

AFBA dan Oxford Economics rilis laporan agribisnis RI, soroti peran besar ekonomi, investasi, dan pentingnya stabilitas regulasi.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
Peluncuran laporan AFBA–Oxford Economics bahas kekuatan agribisnis Indonesia dan strategi tingkatkan daya saing di ASEAN. 

Ringkasan Berita:
  • AFBA bersama Oxford Economics meluncurkan laporan agribisnis RI yang menegaskan perannya sebagai pilar ekonomi
  • Stabilitas regulasi, logistik, dan kolaborasi ASEAN dinilai kunci menjaga daya saing dan investasi.

TRIBUNNEWS.COM - ASEAN Food & Beverage Alliance (AFBA) bersama Oxford Economics pada Rabu (1/4) meluncurkan laporan bertajuk “Economic Insights : Unlocking Indonesia’s Agri-Food Powerhouse”.

Didukung oleh Food Industry Asia (FIA), laporan ini menegaskan peran strategis sektor agribisnis dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi serta perdagangan di Indonesia. 

Peluncuran laporan ini mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin industri dan pemangku kepentingan regional untuk membahas bagaimana sektor agribisnis dapat dioptimalkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di kawasan ASEAN.

Membuka acara, Satvinder Singh, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, menekankan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat sistem pangan dan rantai pasok di Asia Tenggara.

“Pertanian bukan sekadar sebuah sektor tetapi sekaligus tulang punggung sejati bagi ekonomi, ketahanan pangan dan stabilitas sosial kita. ASEAN merepresentasikan pasar konsumen yang dinamis dengan 700 juta orang dan kita harus menjaga serta menumbuhkan pasar ini secara efektif bersama-sama melalui kerangka kerja," ungkap Satvinder Singh

Adapun kerangka kerja tersebut lanjut Satvinder meliputi ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang telah ditingkatkan dan Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

"Kita menyediakan kepastian hukum dan konektivitas yang diperlukan bagi bisnis global untuk berkembang di kawasan ini," lanjut Satvinder Singh menambahkan.

Baca juga: Dampak Perang Iran Memukul ASEAN, Warga Thailand Tunda Beli Tiket Mudik Jelang Tradisi Tahunan

Sementara itu dalam pidato utama, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Kementerian PPN/Bappenas, memaparkan arah transformasi sektor agribisnis dalam visi Indonesia Emas 2045.

“Saat ini kami sedang mengimplementasikan transformasi struktural yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan menghubungkannya dengan pengembangan agro-industri kami. Agenda ini yang didorong oleh praktik berkelanjutan dan kemajuan komunitas akan membantu kita mencapai konsep holistik resiliensi nasional tidak hanya terbatas pada pertahanan tradisional, tetapi memastikan ketahanan pangan dan gizi bagi populasi kita yang terus tumbuh," tandas Leonardo A. A. Teguh Sambodo.

Transformasi tersebut sejalan dengan agenda RPJMN 2025 - 2029 yang menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah agro-industri, penguatan ketahanan pangan serta pengurangan kemiskinan di pedesaan dan kesenjangan wilayah.

Upaya ini didorong melalui reformasi kebijakan, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur dan logistik serta penguatan kemitraan publik dan swasta.

Baca juga: Infrastruktur Data Energi ASEAN Diperkuat untuk Kejar Transisi Energi Berkelanjutan

Dari sisi riset, James Lambert, Direktur Konsultasi Ekonomi di Oxford Economics, menyoroti besarnya skala dan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional.

“Skala sektor agribisnis di Indonesia sangat substansial, berfungsi sebagai pilar yang menopang ekonomi secara luas. Ditengah lingkungan perdagangan global yang semakin terfragmentasi, membangun resiliensi melalui penguatan fondasi domestik dan kepastian regulasi sangat krusial, karena ketidakpastian kebijakan dapat menjadi beban nyata bagi investasi dan produktivitas jangka panjang," jelas James Lambert.

James Lambert juga menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur logistik dan stabilitas kebijakan untuk menjaga daya saing Indonesia.

Sementara itu, Pham Quang Minh dari Sekretariat ASEAN menegaskan komitmen kawasan dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pangan. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved