Kamis, 30 April 2026

Peran Sanggar Bejo Lestari Laras Jaga dan Lestarikan Warisan Budaya Lokal di Era Digital

Sanggar Bejo Lestari Laras berperan penting dalam melestarikan budaya lokal dengan menjadi wadah generasi muda untuk belajar tari hingga gamelan.

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
HO/IST
BEJO LESTARI LARAS - Pendiri sanggar, Bapak H. Wagimin bersama anak-anak dalam acara Pentas Sedekah Bumi di Balaidesa Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah (2024). Melalui peran aktif Sanggar Bejo Lestari Laras, harapan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal tetap menyala di tengah perubahan zaman. 

Untuk menjaga semangat belajar, proses pembelajaran juga dirancang mengikuti perkembangan zaman agar anak-anak tidak merasa bosan.

Jadwal latihan pun disusun secara teratur dan tidak memberatkan.

"Jadwal latihan untuk tari 1 minggu 1 kali. Untuk gamelan juga sama 1 minggu 1 kali," jelasnya.

Dengan jadwal yang konsisten, anak-anak dapat menyeimbangkan kegiatan belajar di sekolah dengan aktivitas seni di sanggar.

Pengalaman Berharga di Tingkat Nasional

Salah satu kisah inspiratif yang membanggakan adalah ketika pengurus sanggar mendampingi anak-anak mengikuti lomba Festival Dalang Anak (FDA) tingkat nasional.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak mudah didapatkan oleh semua anak.

"Itu merupakan sebuah momen langka yg tidak semua anak bisa ikut," ungkap Adhi Kusnari, Pembina Sanggar.

"Partisipasi dalam ajang nasional tidak hanya memberikan pengalaman berharga, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri anak-anak," lanjutnya.

BEJO LESTARI LARAS - Pembina Sanggar Bejo Lestari Laras, Adhi Kusnari, mendampingi anak-anak saat mengisi acara di Gedung TVRI (2022). Berbagai prestasi hingga tingkat nasional menjadi bukti keberhasilan pembinaan, sekaligus memperkuat semangat generasi muda untuk mencintai dan menjaga budaya lokal.
BEJO LESTARI LARAS - Pembina Sanggar Bejo Lestari Laras, Adhi Kusnari, mendampingi anak-anak saat mengisi acara di Gedung TVRI (2022). Berbagai prestasi hingga tingkat nasional menjadi bukti keberhasilan pembinaan, sekaligus memperkuat semangat generasi muda untuk mencintai dan menjaga budaya lokal. (HO/IST)

Adhi menyebut, berbagai prestasi yang telah diraih, baik di tingkat daerah maupun nasional, menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka.

"Bagi sanggar, capaian tersebut turut mengharumkan nama lembaga hingga ke tingkat nasional. Lebih dari itu, ada kepuasan batin karena upaya menyediakan wadah, fasilitas, dan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat seni tidaklah sia-sia," ucapnya bangga.

Harapan dan Pesan untuk Generasi Muda

Ke depan, Adhi  berharap dapat terus berkembang dan semakin banyak anak muda yang tertarik untuk belajar serta bergabung, meskipun hidup di era modern.

Adhi juga menyampaikan pesan penting kepada generasi muda bahwa budaya lokal sesungguhnya menyenangkan dan menarik, tidak seperti anggapan sebagian orang.

"Ingat, orang luar negeri saja suka dan mau belajar budaya kita, masa kita kalah dengan mereka? Kalau bukan kita, generasi muda, yang mencintainya, lalu siapa lagi?"

"Jangan mau kalah dengan orang luar. Seperti pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Karena itu, kenali dulu budaya lokal kita, lama-kelamaan pasti akan tumbuh rasa cinta terhadapnya," pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama, terutama generasi muda sebagai pewaris bangsa.

Melalui peran aktif Sanggar Bejo Lestari Laras, harapan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal tetap menyala di tengah perubahan zaman.

(Tribunnews.com/Latifah)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved